Pencarian

Pemain Legendaris Desak Gianni Infantino Mundur: 'Sudah Cukup', Tekanan ke Presiden FIFA Menguat

Selasa, 25 Agustus 2026 • 05:06:31 WIB
Pemain Legendaris Desak Gianni Infantino Mundur: 'Sudah Cukup', Tekanan ke Presiden FIFA Menguat
Legenda sepak bola dunia mendesak Gianni Infantino mundur dari jabatan Presiden FIFA melalui pernyataan bersama yang disebarluaskan di media sosial.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Dalam sebuah pernyataan bersama yang disebarluaskan melalui media sosial, mereka menilai kepemimpinan Infantino telah mengaburkan kepentingan pribadi dengan kebaikan sepak bola. Aksi ini dinilai signifikan karena melibatkan sejumlah nama yang selama ini menjadi duta program "FIFA Legends".

Mantan bek Manchester United dan Arsenal, Mikaël Silvestre, menjadi salah satu tokoh paling vokal. Ia juga tercatat sebagai anggota panel suara pemain FIFA yang beranggotakan 16 orang, sebuah wadah yang dibentuk untuk membantu inisiatif anti-rasisme. Nama-nama besar lain yang turut menyebarkan pernyataan tersebut adalah bek timnas Inggris Lucy Bronze, mantan kiper Inggris David James, serta legenda tim juara dunia Prancis 1998, Emmanuel Petit.

Pemicu Aksi: Rencana Jual Saham Piala Dunia yang Menuai Kritik

Pernyataan tegas ini merupakan reaksi beruntun atas kegagalan Infantino dalam upayanya menjual saham penyelenggaraan Piala Dunia. Langkah kontroversial tersebut dianggap sebagai puncak dari serangkaian keputusan yang mengabaikan suara pemain dan penggemar.

"Kami memiliki kekhawatiran yang sama dengan jutaan penggemar di seluruh dunia. Seperti mereka, kami telah menyaksikan olahraga yang kami cintai semakin menjauh dari nilai-nilai intinya di bawah kepemimpinan FIFA saat ini," demikian bunyi pernyataan tersebut. "Terlalu lama, keputusan besar diambil tanpa berkonsultasi dengan pemain dan tanpa menghormati penggemar yang menghidupi olahraga ini."

Mereka menambahkan, "Kekuasaan telah mengaburkan kemampuan kepemimpinan saat ini untuk membedakan antara kepentingannya sendiri dan yang terbaik untuk sepak bola. Peristiwa terbaru membuat kami tidak bisa lagi diam. Sudah cukup."

Tuntutan Perubahan: Suara Pemain dan Penggemar Harus Didengar

Kelompok pemain ini menyerukan upaya kolektif untuk "membentuk kembali masa depan olahraga kita". Mereka menegaskan bahwa era baru membutuhkan perubahan terstruktur, bukan sekadar perombakan simbolis.

"Ada orang-orang baik di dalam FIFA yang ingin membangun kembali kepercayaan, tetapi era baru membutuhkan perubahan terstruktur: suara yang nyata dan langsung bagi pemain dan penggemar dalam cara sepak bola dijalankan. Mereka yang turun ke lapangan dan mereka yang duduk di tribun layak mendapatkan suara yang tulus untuk membantu membentuk masa depan sepak bola bersama," lanjut pernyataan itu.

Hingga berita ini diturunkan, Infantino belum menanggapi desakan mundur tersebut. Ia justru menghabiskan akhir pekannya dengan menghadiri turnamen pemuda di Republik Dominika, sebuah langkah yang diduga untuk meredakan ketegangan dengan asosiasi anggota kecil di kawasan Karibia yang dukungannya mungkin menentukan nasibnya.

Beda Pendapat: Samuel Eto'o Membela Infantino

Di tengah gelombang kritik, muncul suara berbeda dari legenda sepak bola Afrika. Presiden Federasi Sepak Bola Kamerun, Samuel Eto'o, justru membela Infantino. Dalam wawancara dengan CNN, Eto'o menilai kritik yang dialamatkan kepada presiden FIFA itu tidak berdasar dan hanya muncul karena faktor menjelang pemilihan.

"Saya tidak berpikir dia (Infantino) telah melakukan kesalahan apa pun. Semua ini terjadi karena akan ada pemilihan, itu saja," ujar Eto'o. Mantan striker Barcelona dan Real Madrid ini juga mendorong agar program FIFA Forward Enterprise (FFE) kembali dihidupkan jika Infantino terpilih kembali pada Maret mendatang. Ia meyakini dana dari program tersebut akan "mengatur ulang keseimbangan kekuatan" di sepak bola dan mencegah negara-negara Afrika kehilangan pemain terbaiknya.

Sumber: theguardian.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks