FIFA Bantah Final Piala Dunia 2030 Sudah Ditentukan, Maroko Klaim Stadion Hassan II Jadi Venue

FIFA menegaskan belum menetapkan venue final Piala Dunia 2030.
Penulis: Muzakir Salim
Rabu, 16 September 2026 | 05:03:31 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.IDFIFA menegaskan belum menetapkan venue final Piala Dunia 2030 meski Presiden Federasi Sepak Bola Maroko, Fouzi Lakjaa, mengklaim Kota Benslimane sebagai lokasi pertandingan puncak. Penentuan stadion resmi masih dalam pembahasan internal dan akan diumumkan setelah keputusan final diambil.

Juru bicara FIFA menyatakan bahwa penentuan lokasi pertandingan pembuka dan final turnamen edisi 2030 belum dilakukan secara resmi. Mereka menepis isu yang beredar mengenai penetapan negara atau stadion tertentu untuk partai puncak.

Klarifikasi ini muncul menyusul pernyataan tegas dari Fouzi Lakjaa kepada awak media. Ia menyebut Kota Benslimane dan Stadion Hassan II sebagai tempat digelarnya laga final, seraya menantang pihak yang ingin membantahnya.

Pernyataan tersebut dikaitkan dengan proyek pembangunan Grande Stade Hassan II di Casablanca yang dirancang berkapasitas sekitar 115 ribu penonton. Sementara itu, Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol, Rafael Louzan, juga menyuarakan klaim serupa berdasarkan prestasi tim nasional mereka.

Fokus Timnas Maroko Jelang Duel Panas vs Prancis

Di tengah polemik venue masa depan, perhatian publik saat ini tertuju pada perjalanan aktual Timnas Maroko di Piala Dunia 2026. Pelatih Mohamed Ouahbi menolak memberikan apresiasi berlebihan terhadap pencapaian tim sebelum turnamen berakhir.

Ouahbi menilai Maroko masih memiliki peluang untuk melangkah lebih jauh dari sekadar perempat final. Ia meminta para pemain tidak terpengaruh oleh pujian publik atas keberhasilan lolos ke delapan besar.

"Kami tidak akan mendengarkan orang yang mengatakan apa yang sudah kami lakukan sampai sekarang sangat luar biasa," ujar Ouahbi dikutip dari Reuters.

Ambisi Mengalahkan Prancis dan Rekor Mbappe

Laga melawan Prancis menjadi ulangan semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar. Ketika itu, Les Bleus menghentikan langkah bersejarah Maroko dengan kemenangan yang mengantarkan mereka ke partai final.

Namun, kondisi kali ini berbeda. Maroko tidak lagi datang sebagai tim kejutan, melainkan sebagai kandidat serius perebutan gelar juara. Ouahbi menegaskan target mereka adalah memenangkan Piala Dunia, bukan sekadar menikmati perjalanan.

"Saya tidak suka perasaan seperti kami sudah melakukan hal bagus dengan sampai di sini dan sisanya hanya bonus. Tidak, bonusnya adalah memenangkan Piala Dunia," tuturnya.

Prancis datang dengan status salah satu tim terkuat dunia. Juara Piala Dunia 2018 itu melaju ke perempat final setelah menang tipis 1-0 atas Paraguay melalui gol penalti Kylian Mbappe.

  • Kylian Mbappe: Mencetak tujuh gol sepanjang turnamen, hanya tertinggal dari Lionel Messi (8 gol).
  • Lini Depan Prancis: Diperkuat Ousmane Dembele, Michael Olise, dan Bradley Barcola.
  • Jalur Maroko: Lolos fase grup, lalu menyingkirkan Belanda dan Kanada.

Kekuatan lini depan Prancis menjadikan mereka favorit, namun Ouahbi memastikan timnya akan melakukan segala kemungkinan untuk menang dan lolos ke semifinal.

Reporter: Muzakir Salim