Review Aston Martin AMB 002: Moge 1.083 cc Seharga Rp 2,45 Miliar
LIPUTANHARIAN.CO.ID — Aston Martin bukan nama yang biasa muncul di garasi pengendara motor. Tapi lewat kolaborasi dengan Brough Superior, pabrikan Inggris ini sudah tiga kali membuat moge. Setelah AMB 001 dan AMB 001 Pro yang murni untuk lintasan, AMB 002 hadir dengan pendekatan berbeda: bisa dipakai di jalan raya.
Motor ini diperkenalkan sebagai produk hand-built terbatas. Hanya 300 unit yang akan diproduksi, dan semuanya dirakit tangan. Harga yang disebut dalam pengumuman resmi adalah €120.000, atau sekitar Rp 2,45 miliar dengan kurs saat ini, sebelum pajak dan biaya pengiriman.
Mesin V-Twin 1.083 cc: 130 dk, Torsi 110 Nm
Jantung AMB 002 adalah mesin V-Twin 88 derajat berkapasitas 1.083 cc. Konfigurasi DOHC delapan katup dengan pendingin cairan ini menghasilkan tenaga 130 dk dan torsi maksimum 110 Nm.
Tenaga disalurkan lewat transmisi enam percepatan tipe cassette. Untuk kelas moge jalan raya, angka ini menempatkan AMB 002 di wilayah performa yang serius, meski bukan yang paling ekstrem di segmennya.
Rangka Titanium CNC Bobot 5 Kg, Total 190 Kg
Konstruksi jadi daya tarik utama. AMB 002 memakai rangka utama Titanium Backbone yang dibuat lewat proses CNC dari material titanium. Bobotnya hanya sekitar 5 kg.
Mesin menjadi bagian dari struktur utama motor, sementara subframe dibuat dari aluminium. Serat karbon dipakai di beberapa bagian untuk menekan bobot keseluruhan menjadi 190 kg. Distribusi bobot depan-belakang dibuat seimbang di angka 50:50.
Suspensi Double Wishbone, Bukan Fork Teleskopik
Bagian depan AMB 002 tidak memakai fork teleskopik seperti kebanyakan moge. Aston Martin memilih suspensi Fior-type Double Wishbone yang diklaim mengurangi gejala dive saat pengereman dan menjaga kestabilan geometri roda depan.
Sistem pengereman mengandalkan cakram ganda 320 mm dengan kaliper radial empat piston di depan, dan cakram 230 mm dengan kaliper dua piston di belakang. Velg 17 inci dibalut ban 120/70 ZR17 depan dan 190/55 ZR17 belakang.
Desain: DNA Mobil Aston Martin di Tubuh Motor
Sejumlah elemen desain mobil Aston Martin diterjemahkan ke tubuh AMB 002. Fairing mengadopsi karakter side strake khas Aston Martin. Bagian lain disebut terinspirasi dari Vanquish, DB12 S, DBX S, Vulcan, Valkyrie, dan Valhalla.
Pendekatan ini membuat AMB 002 terlihat seperti motor yang lahir dari bahasa desain yang sama dengan jajaran mobil sport Aston Martin, bukan sekadar motor yang ditempeli logo.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memesan
- Pengiriman pertama baru dijadwalkan kuartal ketiga 2027, artinya pembeli harus menunggu sekitar satu tahun lebih dari sekarang
- Harga €120.000 belum termasuk pajak dan biaya pengiriman, jadi biaya akhir bisa jauh lebih tinggi tergantung negara tujuan
- Hanya 300 unit global, sehingga peluang mendapatkannya di Indonesia sangat kecil tanpa jalur importir khusus
- Belum ada informasi resmi soal jaringan servis dan ketersediaan suku cadang di luar Eropa
Kelebihan
- Rangka titanium CNC 5 kg, kombinasi material yang jarang ditemui di motor produksi
- Suspensi double wishbone depan, solusi teknis yang tidak umum di moge
- Bobot 190 kg dengan distribusi 50:50 untuk motor bermesin 1.083 cc
- Desain yang benar-benar mengangkat DNA Aston Martin, bukan sekadar rebadge
Kekurangan
- Harga Rp 2,45 miliar sebelum pajak menempatkannya di wilayah kolektor, bukan pengendara biasa
- Waktu pengiriman 2027 membuat motor ini lebih cocok sebagai investasi jangka panjang
- Tidak ada data real-world soal konsumsi BBM, kenyamanan harian, atau durabilitas karena motor belum diproduksi
- Jaringan purna jual terbatas, terutama untuk pasar di luar Eropa
Verdict: Untuk Kolektor, Bukan Pengendara Harian
AMB 002 adalah pernyataan Aston Martin bahwa mereka serius di dunia roda dua. Kombinasi rangka titanium, suspensi double wishbone, dan desain yang konsisten dengan DNA mobil mereka membuat motor ini menarik secara teknis maupun estetis.
Tapi dengan harga Rp 2,45 miliar sebelum pajak, produksi 300 unit, dan pengiriman baru 2027, AMB 002 jelas bukan motor untuk dipakai harian. Ini kendaraan koleksi yang posisinya lebih dekat ke karya seni teknis daripada alat transportasi.
Cocok buat kolektor yang ingin memiliki moge langka dengan DNA Aston Martin dan tidak masalah menunggu lebih dari setahun. Kurang cocok buat pengendara yang mencari motor performa tinggi dengan jaringan servis luas dan ketersediaan suku cadang mudah.