KAI Properti Perpanjang Peron Stasiun Bogor, Layani 435 Ribu Penumpang per Hari
LIPUTANHARIAN.CO.ID — Paragraf pembuka: Beban perjalanan di Stasiun Bogor terus meningkat, mendorong KAI Properti memperbesar kapasitas fasilitas peron. Perusahaan yang mengelola aset perkeretaapian itu memperpanjang tiga jalur peron sekaligus membangun struktur pendukung agar rangkaian KRL formasi 12 kereta (SF12) bisa beroperasi lebih leluasa. Data KAI mencatat layanan Bogor Line melayani 105.704.913 pengguna sepanjang Januari-Agustus 2026, atau rata-rata sekitar 435 ribu orang setiap hari.
Peron Jalur 6, 7, dan 8 Bertambah Panjang
Peron jalur 6 dan 7 diperpanjang dari 201 meter menjadi 251 meter. Sementara peron jalur 8 bertambah dari 204 meter menjadi 252 meter. Pekerjaan itu mencakup pembangunan struktur peron dan hall, pemasangan jalur rel, hingga instalasi Listrik Aliran Atas (LAA).
KAI Properti juga memasang kanopi di peron 4 dan 5 sebagai fasilitas pendukung. Seluruh pekerjaan dijalankan bertahap dan bergantian agar aktivitas penumpang serta perjalanan kereta tidak terganggu.
Mengapa Peron Harus Diperpanjang
Perpanjangan peron dibutuhkan untuk mengakomodasi rangkaian KRL Commuter Line formasi 12 kereta yang berkapasitas lebih besar. Tanpa penyesuaian fasilitas, naik turun penumpang berisiko tersendat di jam sibuk.
"Stasiun merupakan bagian penting dari ekosistem transportasi yang memiliki peran besar dalam mendukung mobilitas masyarakat," ujar Manager Corporate Communication KAI Properti, Bramantya Candrika, dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (12/9/2026).
Bramantya menambahkan, pekerjaan di kawasan stasiun aktif menuntut perencanaan dan koordinasi ketat. "Pekerjaan dilakukan secara bertahap agar proses pengembangan fasilitas tetap berjalan dengan memperhatikan aspek keselamatan, kualitas pekerjaan, serta keberlangsungan pelayanan kepada pelanggan," katanya.
Rangkasbitung: Heritage yang Tetap Melayani
Di Stasiun Rangkasbitung, KAI Properti menjalankan beautifikasi bangunan heritage sejak Mei 2026. Lingkupnya mencakup penataan elemen arsitektur, perbaikan dinding, plafon, lantai, kusen, pintu, jendela, hingga elemen atap — semuanya dikerjakan tanpa menghilangkan karakter asli bangunan.
Fasilitas pendukung ikut dibenahi, mulai dari instalasi elektrikal, plumbing dan sanitair, penataan pagar heritage, perbaikan saluran, pemasangan bio septic tank, sampai penataan lanskap kawasan. KAI Properti juga membangun gedung baru dua lantai untuk menambah ruang di area stasiun.
Stasiun Rangkasbitung saat ini melayani Commuter Line Rangkasbitung-Tanah Abang dan KA Lokal Merak. Sepanjang Januari-Juli 2026, tercatat 8.307.042 pergerakan penumpang di stasiun tersebut.
"Penataan Stasiun Rangkasbitung dirancang untuk menciptakan keseimbangan antara nilai sejarah dan fungsi pelayanan," jelas Bramantya.
Nilai Sejarah dan Fungsi Harian
Pendekatan yang dipakai KAI Properti menempatkan aset heritage sebagai bagian dari perjalanan harian masyarakat, bukan sekadar bangunan konservasi. Penumpang tetap mendapat ruang dan layanan yang memadai, sementara identitas sejarah stasiun terjaga.
"Kami ingin Stasiun Rangkasbitung tetap menjadi bagian dari perjalanan masyarakat dengan identitas sejarah yang kuat," tutup Bramantya.
Penutup: Penataan dua stasiun ini menunjukkan pola kerja KAI Properti: memperbesar kapasitas di titik padat, sekaligus merawat bangunan lama yang masih dipakai setiap hari. Dengan volume penumpang Bogor Line yang menyentuh 435 ribu orang per hari, kesiapan fasilitas peron menjadi penentu apakah mobilitas commuter tetap lancar di tahun-tahun berikutnya.