LIPUTANHARIAN.CO.ID — Pengguna Commuter Line Jabodetabek perlu menyesuaikan ulang jadwal berangkat. Sejak Senin pekan ini, jumlah perjalanan harian berkurang dari 1.065 menjadi 1.048, menyusul perawatan intensif yang tengah berlangsung pada sejumlah rangkaian KRL.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menegaskan langkah ini murni untuk menjaga aspek keselamatan dan keamanan perjalanan, bukan karena perubahan rute atau gangguan operasional.
"Saat ini kami melakukan proses perawatan rangkaian sarana KRL yang ada secara intensif, demi keselamatan dan keamanan perjalanan," jelas Karina, Selasa (8/9/2026).
Jadwal Pagi dan Malam Paling Terdampak
Penyesuaian tersebar di dua periode waktu. Pada pagi hari, tujuh perjalanan dari arah Bogor, Cilebut, dan Depok menuju Manggarai atau Jakarta Kota dikurangi. Lima perjalanan lain dari Jakarta Kota menuju Bogor juga ikut dipangkas.
Sementara pada sore hingga malam hari, dua perjalanan dari Manggarai menuju Bogor dan tiga perjalanan dari Bogor mengalami hal serupa. Total, ada 17 perjalanan yang disesuaikan dari jadwal normal.
KAI Commuter menyebut perawatan sarana diperlukan untuk mengoptimalkan layanan. Proses ini berlangsung pada periode yang dinilai perlu disesuaikan dengan jumlah rangkaian yang tersedia.
Waktu Tunggu Berpotensi Berubah, Cek Jadwal Sebelum Berangkat
Pengurangan jam operasi berpotensi mengubah waktu tunggu penumpang, terutama di jam sibuk pagi dan sore ketika volume penumpang biasanya melonjak. KAI Commuter meminta pengguna memeriksa jadwal terbaru sebelum berangkat ke stasiun.
Perusahaan menyadari kebijakan ini menimbulkan ketidaknyamanan di tengah masa perawatan. "Kami memahami pasti akan ada ketidaknyamanan bagi para pengguna Commuter Line selama proses perawatan ini. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan," ujar Karina.
Penyesuaian ini bersifat sementara dan akan dievaluasi seiring selesainya perawatan rangkaian. KAI Commuter memastikan keselamatan tetap menjadi prioritas utama di tengah tingginya volume penumpang harian Commuter Line Jabodetabek yang kerap menembus ratusan ribu orang.