Harga BBM Pertamina Naik per 9 September 2026, Pertamax Turbo Tembus Rp 19.600

Petugas mengisi bahan bakar di SPBU Jakarta menyusul penyesuaian harga BBM nonsubsidi Pertamina pada 9 September 2026.
Penulis: Muzakir Salim
Rabu, 09 September 2026 | 08:22:01 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Lonjakan harga minyak mentah global akhirnya berimbas ke pompa bensin. Pertamina merespons dengan menyesuaikan harga jual sejumlah produk nonsubsidi di seluruh SPBU Indonesia, sementara harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap dibekukan.

Penyesuaian ini menyasar empat produk: Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Adapun harga Pertamax untuk segmen nonsubsidi diputuskan tidak berubah.

Rincian Harga Baru di SPBU

Untuk wilayah dengan tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen—termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya—Pertamax Turbo kini dibanderol Rp 19.600 per liter. Angka ini naik signifikan dari posisi sebelumnya yang sebesar Rp 18.300 per liter.

Kenaikan terbesar dialami Dexlite yang meloncat dari Rp 19.700 menjadi Rp 23.700 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex tercatat di harga Rp 25.200 per liter, naik dari Rp 21.150.

Produk anyar andalan Pertamina, Pertamax Green 95, juga ikut merangkak naik. Harganya kini menyentuh Rp 19.150 per liter, mengalahkan selisih lebar dari level sebelumnya yang hanya Rp 16.600 per liter.

Harga Pertalite dan Biosolar Tetap

Kabar baiknya, dua jenis BBM yang paling banyak dikonsumsi masyarakat tidak ikut beranjak. Pertalite masih dipatok Rp 10.000 per liter dan Biosolar di angka Rp 6.800 per liter.

Kebijakan ini selaras dengan arahan pemerintah yang menjaga daya beli masyarakat melalui instrumen subsidi. Sementara untuk segmen nonsubsidi, mekanisme harga mengikuti fluktuasi pasar minyak dunia.

Pemicu Kenaikan: Timur Tengah Memanas

Tekanan harga minyak global sedang berada di titik tertinggi. Konflik di Timur Tengah yang kembali memanas membuat harga minyak mentah nyaris menembus US$ 100 per barel—level yang terakhir kali terjadi beberapa tahun silam.

Bagi konsumen, kenaikan ini berarti ongkos operasional kendaraan bermesin diesel dan bensin beroktan tinggi otomatis bertambah. Namun, bagi pengguna Pertalite dan Biosolar, tidak ada perubahan beban pengeluaran harian.

Pertamina diperkirakan akan kembali mengevaluasi harga pada periode berikutnya, mengikuti pergerakan harga minyak internasional dan nilai tukar rupiah.

Reporter: Muzakir Salim