Satbrimob Polda Sulteng Dikerahkan Padamkan Karhutla di 4 Wilayah, 8 dari 73 Hotspot Terkonfirmasi Titik Api
PALU — Delapan dari 73 titik panas yang terpantau di Sulawesi Tengah dipastikan sebagai titik api. Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Achmad Muhaimin menyatakan verifikasi dilakukan setelah personel meninjau langsung sejumlah lokasi kebakaran yang tersebar di empat kabupaten/kota.
“Penanganan terus dilakukan bersama instansi terkait untuk memastikan api dapat dikendalikan dan tidak meluas. Kami juga terus memantau titik-titik yang terindikasi mengalami kebakaran,” kata Achmad di Palu, Selasa.
Empat Wilayah Terdampak dan Kondisi Medan
Karhutla dilaporkan terjadi di Kota Palu, Kabupaten Banggai, Kabupaten Tojo Una-Una, dan Kabupaten Parigi Moutong. Sejumlah lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan dengan kontur medan cukup curam, menyulitkan pergerakan petugas di lapangan.
Asap tebal dari kebakaran sempat mengganggu jarak pandang pengguna jalan di sekitar lokasi. Personel yang diterjunkan pun harus menyesuaikan peralatan pemadam dengan kondisi medan agar proses pendinginan bisa berjalan efektif.
Mengapa 65 Hotspot Lainnya Tidak Menjadi Titik Api?
Berdasarkan hasil pemantauan hotspot di Sulawesi Tengah, tercatat 73 titik muncul. Namun, setelah dilakukan verifikasi langsung oleh tim gabungan, hanya delapan titik yang benar-benar terdeteksi sebagai api aktif.
“Personel Satbrimob diterjunkan untuk membantu jajaran Polres memantau dan menangani titik-titik kebakaran bersama instansi terkait,” ujar Achmad. Sebanyak 65 titik lainnya dipastikan bukan merupakan titik api dan tidak memerlukan penanganan lanjutan.
Penyisiran dan Pendinginan untuk Cegah Api Muncul Kembali
Setelah pemadaman, petugas tidak langsung menarik diri. Penyisiran dan pendinginan terus dilakukan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala, terutama di kawasan yang dipenuhi semak dan vegetasi kering.
Langkah ini dinilai krusial karena kondisi lahan yang kering membuat sisa bara api berpotensi besar memicu kebakaran susulan jika tidak dipadamkan secara menyeluruh.
Imbauan untuk Masyarakat di Tengah Lahan Kering
Kabidhumas mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Kondisi lahan yang kering disebutnya sangat rentan terhadap percikan api sekecil apa pun.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah atau lahan serta tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran,” ujarnya.