Borneo FC Takluk 0-1 dari Persija Jakarta di Stadion Segiri

Pesepak bola Borneo FC Samarinda dan Persija Jakarta berebut bola pada laga Liga 1 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (5/9/2026).
Penulis: Muzakir Salim
Minggu, 06 September 2026 | 05:01:01 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Kekalahan tipis tersebut memicu sorotan tajam terhadap penyelesaian akhir Borneo FC Samarinda. Tampil di hadapan pendukung sendiri, tim asuhan Mauro Jeronimo sebenarnya memegang kendali permainan sejak menit awal lewat gempuran sporadis ke lini pertahanan lawan.

Agresif Melepaskan Tembakan tapi Mandul Gol

Berdasarkan statistik laga, Borneo FC Samarinda mencatatkan jumlah tembakan dan crossing yang jauh lebih banyak ketimbang Persija Jakarta. Tekanan intensitas tinggi terus diberikan sepanjang laga, namun tak ada satu pun peluang emas yang berbuah gol hingga peluit panjang berbunyi.

"Memang sepakbola itu kalau kita tidak efisien, kalian tahu sendiri bagaimana. Yang pertama kalian mungkin bisa lihat tadi di statistik, kita adalah tim yang paling banyak shooting, paling banyak crossing," kata Mauro Jeronimo dalam konferensi pers usai pertandingan, Sabtu (5/9/2026).

"Kita tidak efisien. Pasti kita tidak senang. Tapi kalau kita tetap lakukan ini dan ke depannya kita lebih efisien, mungkin lebih banyak pertandingan kita akan menang daripada mendapatkan hasil negatif," ujarnya.

Perombakan Besar Skuad dan Absennya Striker Asing

Pelatih asal Portugal itu meminta publik tidak hanya menilai performa tim dari hasil akhir semata. Menurutnya, komposisi skuad Pesut Etam saat ini mengalami perubahan drastis lewat kehadiran puluhan nama anyar yang masih memerlukan waktu adaptasi demi membangun identitas permainan.

"Kalau kita lihat dari hasilnya pasti negatif karena kita kalah. Suporter maupun wartawan cuma lihat hasilnya, tapi kita sebagai pelatih profesional harus lihat dan tahu juga ini tim baru," jelas Mauro.

"Kita pembangunan tim baru dengan kurang lebih 23 pemain baru. Jadi kita harus coba membangun satu tim yang baru dengan identitas yang baru," sambung Mauro.

Mauro juga menepis anggapan timnya bermasalah dalam urusan mental bertanding. Masalah utama tim murni terletak pada efektivitas lini serang, yang turut dipengaruhi minimnya opsi juru gedor impor di bangku cadangan.

"Mentalitas kita bagus. Bukan kuncinya itu. Karena mentalitas kita bagus. Kuncinya kita tidak efektif," tegas Mauro.

"Kita tadi tidak ada striker asing di bench cadangan karena striker asing yang kita punya kurang fit. Dia baru dalam kondisi pulih cedera. Yang ada di bench cadangan kita adalah pemain paling fit yang kita punya tadi," tambahnya.

Janji Perbaikan dari Pemain

Kekecewaan serupa dirasakan para pemain di atas lapangan. Gelandang serang Borneo FC, Dwiky Hardiansyah, mengakui beberapa peluang matang terbuang percuma, meski ia tetap memandang hasil minor ini sebagai bagian dari proses panjang di awal kompetisi.

"Iya, ini baru awal kompetisi. Kita beberapa kali mendapatkan peluang. Insyaallah di pertandingan selanjutnya kita akan evaluasi dan insyaallah mendapat tiga poin," kata Dwiky.

Reporter: Muzakir Salim