Ruben Amorim Taklukkan Juventus demi Rekor 68 Tahun di AC Milan
LIPUTANHARIAN.CO.ID — Kiprah Ruben Amorim di kursi pelatih AC Milan langsung menuai hasil positif. Setelah ditunjuk menggantikan Massimiliano Allegri pada awal musim panas 2026, ia berhasil membawa Rossoneri mengawali kompetisi dengan sempurna. Kemenangan 2-1 atas Torino di pekan pembuka dan kemenangan 2-0 kontra Venezia di San Siro membuat timnya kini memuncaki klasemen sementara.
Dua hasil tersebut bukan sekadar modal berharga, melainkan juga membuka peluang terciptanya sebuah rekor langka di klub. Jika mampu memenangkan laga ketiga, Amorim akan menjadi pelatih Milan pertama dalam 68 tahun terakhir yang meraih tiga kemenangan beruntun pada tiga pertandingan pertama Serie A. Prestasi terakhir yang tercatat dilakukan oleh Luigi Bonizzoni pada musim 1958/1959.
Konsistensi yang Tak Pernah Dicapai Ancelotti hingga Sacchi
Fakta menariknya, torehan semacam ini tidak pernah berhasil dilakukan oleh deretan pelatih legendaris Milan. Carlo Ancelotti, Fabio Capello, hingga Arrigo Sacchi—yang sama-sama pernah membawa Milan meraih trofi Liga Champions—tidak pernah mencatatkan tiga kemenangan beruntun di awal musim kompetisi domestik. Hal itu menunjukkan betapa tidak mudahnya menjaga ritme kemenangan sejak hari pertama.
Amorim sendiri menegaskan bahwa targetnya bukan sekadar memenangkan tiga laga awal. Ia ingin membangun fondasi yang lebih kokoh untuk perjalanan panjang di musim ini, baik di domestik maupun Eropa. “Kita perlu memberikan stabilitas pada tim dan mengembangkan cara bermain yang memungkinkan setiap orang terlibat sepanjang musim. Kami selalu ingin kompetitif, baik di Serie A maupun di Eropa,” ujarnya dikutip dari Sportbible.
Ujian Berat di Allianz Stadium
Ambisi Amorim untuk mengukir rekor akan diuji di kandang lawan. Milan dijadwalkan bertandang ke markas Juventus pada Minggu (6/9) waktu setempat atau Senin (7/9) dini hari WIB. Bianconeri juga sedang dalam performa impresif dengan dua kemenangan beruntun tanpa kebobolan di awal musim.
Laga ini akan menjadi pembuktian sejauh mana racikan taktik Amorim mampu bersaing dengan tim papan atas Italia. Menghadapi skuad bertabur bintang seperti Juventus, konsentrasi penuh menjadi kata kunci yang terus ia tekankan kepada anak asuhnya.
“Kita harus menghadapi setiap pertandingan seolah-olah lawan kita berikutnya adalah tim terbaik di dunia. Jika kita tetap fokus, kita bisa mengalahkan siapa pun. Jika tidak, kita bahkan bisa kalah dari tim Serie B,” kata Amorim menambahkan.
Hasil laga kontra Juventus nanti tidak hanya menentukan catatan pribadi Amorim, tetapi juga sinyal awal persaingan scudetto. Kegagalan meraih poin penuh bisa menghentikan laju rekor, namun keberhasilan menaklukkan Juventus akan menjadi pernyataan serius Milan sebagai kandidat juara musim ini.