Karhutla Dekati Kawasan Kawah Ijen Banyuwangi, Status Wisata Masih Normal
LIPUTANHARIAN.CO.ID — Kabar ini penting bagi kamu yang berencana melihat fenomena blue fire di Kawah Ijen akhir pekan ini. Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen—destinasi ikonik di perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso—masih buka untuk umum. Namun, situasi di lapangan bergerak dinamis.
Kepala TWA Kawah Ijen, Rusdi Santoso, menyatakan pihaknya tengah memantau ketat pergerakan api. Jika sebaran asap kebakaran berbalik arah menuju area wisata dan mengganggu jarak pandang atau kesehatan pengunjung, penutupan sementara akan segera dieksekusi. Keputusan resmi masih menunggu penerbitan surat edaran.
Yang perlu dipahami, kobaran api belum menjangkau zona destinasi wisata. Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember, Purwantono, memastikan titik api masih berada di dalam kawasan Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup. Tim pemantau juga telah ditempatkan di titik rawan seperti Blok Cangkringan dan puncak Merapi untuk mengamankan jalur pendakian yang biasa dilalui pendaki menuju kawah.
Titik Api Muncul dari Tebing Curam
Kebakaran ini terdeteksi sejak pukul 00.00 WIB, Kamis (3/9), dan sempat terlihat jelas dari permukiman warga di lereng Gunung Ijen. Pusat api pertama kali muncul di bagian dalam atas Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup, area yang memang bukan merupakan jalur wisata.
Proses pemadaman terkendala medan. Topografi lokasi didominasi tebing dan jurang curam, membuat tim gabungan kesulitan menjangkau sumber api lewat jalur darat. Kondisi ini diperparah puncak musim kemarau—vegetasi dan dedaunan kering menumpuk, sementara hembusan angin di dataran tinggi cukup kencang. Kombinasi tersebut berpotensi memperluas sebaran api sewaktu-waktu.
Yang Perlu Diperhatikan Traveler
Buat kamu yang tetap memaksakan pendakian, ada beberapa catatan penting. Pertama, risiko kabut asap bisa turun tiba-tiba mengganggu pernapasan, terutama bagi pendaki dengan riwayat asma. Kedua, hindari aktivitas pemicu api—membuang puntung rokok sembarangan di kawasan hutan dan lereng kering adalah tindakan yang tidak bisa ditoleransi dalam situasi seperti ini.
Tim gabungan dari BKSDA, BPBD Banyuwangi, Perhutani, dan relawan masih terus melakukan penanganan hingga Jumat (4/9). Sebelum berangkat, ada baiknya mengonfirmasi status terbaru kawasan ke pos jaga TWA Kawah Ijen atau media sosial resmi pengelola. Tiket masuk yang sudah dibeli biasanya dapat dijadwalkan ulang jika penutupan resmi diberlakukan.
Durasi ideal menikmati Kawah Ijen membutuhkan waktu semalam penuh—mulai pendakian dini hari pukul 02.00 untuk mengejar blue fire dan sunrise. Namun dengan kondisi karhutla seperti sekarang, fleksibilitas rencana jadi kunci utama perjalananmu.