Jenazah Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Aliran Sungai Batanghari, Warga Sekitar Diminta Waspada
MARO SEBO ILIR — Warga Desa Sungai Rengas, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batanghari, digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah pria tanpa identitas yang tersangkut di semak belukar pinggiran Sungai Batanghari, Rabu (18/9) pagi. Pria yang diperkirakan berusia sekitar 40 tahun tersebut pertama kali diketahui oleh seorang petani yang hendak memeriksa jaring ikan di sekitar lokasi.
Petani tersebut sontak berteriak meminta pertolongan warga lain setelah menyadari bahwa yang tersangkut di semak-semak itu bukanlah batang kayu, melainkan sesosok tubuh manusia. Kabar penemuan itu pun dengan cepat menyebar dan memicu kepanikan di tengah masyarakat setempat.
Diperkirakan Korban Banjir Bandang dari Hulu
Kapolsek Maro Sebo Ilir, Iptu Andi Saputra, membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut. Pihaknya langsung berkoordinasi dengan tim SAR gabungan dan aparat desa untuk mengevakuasi korban ke Puskesmas terdekat guna keperluan visum.
"Kondisi jenazah sudah tidak utuh lagi, kami perkirakan sudah hanyut cukup jauh dan lama. Diduga kuat korban merupakan warga dari kawasan hulu yang tersapu banjir bandang beberapa hari lalu," ujar Iptu Andi di lokasi kejadian.
Papan Nama Minim, Identitas Masih Misteri
Hingga saat ini, identitas korban masih belum diketahui. Pihak kepolisian tidak menemukan barang bukti atau pakaian yang bisa mengarah pada identitas korban di sekitar lokasi penemuan. Pakaian yang dikenakan korban pun sudah dalam kondisi lusuh dan sulit dikenali warna aslinya.
Pihak kepolisian mengimbau warga yang kehilangan anggota keluarga atau kerabat yang diduga terbawa banjir bandang agar segera melapor ke kantor polisi terdekat guna proses identifikasi lebih lanjut. "Kami juga mengimbau warga untuk tidak menyebarkan foto jenazah yang beredar di media sosial demi menghormati korban dan keluarga," tegas Iptu Andi.
Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya debit air Sungai Batanghari yang masih berstatus waspada. Warga yang bermukim di bantaran sungai diminta untuk terus waspada dan segera mengungsi jika terjadi peningkatan debit air secara signifikan, terutama saat hujan deras mengguyur kawasan hulu.
Tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan di sepanjang aliran sungai untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban lainnya. Masyarakat diharapkan segera melapor apabila kembali menemukan hal-hal yang mencurigakan di sekitar aliran sungai.