Jembatan Bailey Parjalihotan Diresmikan Gubernur Sumut, Buka Kembali Akses Dua Dusun di Tapanuli Tengah
TAPANULI TENGAH — Akses dua dusun di Desa Parjalihotan yang terputus pascabencana akhirnya kembali tersambung lewat Jembatan Armco kombinasi Bailey. Peresmian dilakukan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution pada Kamis, setelah konstruksi rampung dikerjakan personel TNI bersama warga setempat.
Jembatan sepanjang bentang penghubung antarpermukiman itu menjadi tumpuan utama pergerakan harian puluhan keluarga di Dusun 6 dan Dusun 7. Sebelumnya, warga terpaksa menempuh jalur alternatif yang lebih jauh untuk keluar masuk desa.
"Kehadiran jembatan ini diharapkan semakin memperlancar akses masyarakat dan mendukung aktivitas warga, termasuk akses anak-anak menuju sekolah," kata Bobby Nasution dalam keterangan yang diterima di Medan.Menghubungkan Dua Dusun yang Terisolir
Jembatan Bailey Parjalihotan bukan sekadar infrastruktur lintas sungai. Fungsinya memulihkan konektivitas antara Dusun 6 dan Dusun 7 yang selama ini menjadi urat nadi ekonomi dan sosial warga.
Dengan tersambungnya kembali dua kawasan tersebut, aktivitas sehari-hari seperti mengangkut hasil kebun dan mengantar anak sekolah tidak lagi membutuhkan waktu berjam-jam memutar lewat jalur lain.
Satu dari 13 Jembatan Hasil Kolaborasi TNI dan Warga
Jembatan ini merupakan bagian dari upaya penanganan bencana yang lebih luas di Sumatera Utara pasca kejadian akhir November 2025. Gubernur menyebutkan, total ada 13 jembatan yang dibangun oleh personel TNI bersama masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.
Pembangunan infrastruktur darurat ini dinilai penting untuk mempercepat pemulihan daerah yang aksesnya terputus akibat musibah. Bobby Nasution mengapresiasi jajaran TNI yang turun langsung bergotong royong dengan warga menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut.
Pemantauan Rutin dan Penanganan Lanjutan Hingga 2028
Usai peresmian, orang nomor satu di Sumatera Utara itu meminta agar kondisi jembatan dipantau secara berkala. Ia menginstruksikan pengecekan dilakukan setiap dua hingga tiga bulan sekali untuk mendeteksi potensi kerusakan sejak dini.
"Saya minta setiap dua bulan atau tiga bulan kita cek jembatannya kalau-kalau masih ada kekurangan boleh kita bantu penguatannya," tegasnya di hadapan warga.
Penanganan pascabencana yang dilakukan Pemprov Sumut disebut akan berlanjut hingga 2028. Jika ditemukan ruas jalan rusak di wilayah terdampak, pemerintah berkomitmen untuk segera membangunnya kembali.
Modal Usaha untuk Warga Melalui Bank Sumut
Dalam kesempatan yang sama, gubernur juga berdialog langsung dengan masyarakat dan menyampaikan rencana bantuan ekonomi. Melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Bank Sumut, warga akan menerima modal usaha yang disalurkan secara bertahap.
"Minggu depan, Pemprov Sumut dan Bank Sumut bisa memberikan modal usaha untuk ibu-ibu. Nanti kita kasih modalnya untuk 50 orang pertama, dan selanjutnya kalau usahanya bagus kita kasih lagi tambahan modalnya," jelas Bobby.
Warga setempat, Idasari, menyambut baik perhatian pemerintah terhadap desanya. "Terima kasih pak Gubernur atas perhatiannya, semoga kami terus diberikan perhatian seperti ini," kata Ida.
Peresmian jembatan ini diharapkan menjadi titik awal pemulihan aktivitas ekonomi dan sosial warga Parjalihotan yang sempat lumpuh akibat bencana.