Ribuan Warga Padati Peranap Saksikan Festival Adat Inhu, Bupati Berkomitmen Gelar Lebih Meriah
RENGAT — Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan festival budaya adat yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hulu, Riau, di Kecamatan Batang Peranap. Perhelatan ini menjadi bagian dari peringatan hari jadi Kecamatan Batang Peranap yang ke-22 tahun 2026.
Kemeriahan terlihat sejak prosesi dimulai. Warga berjajar di sepanjang jalan untuk menyaksikan arak-arakan tabak, hiasan bertingkat berbahan bambu dan kayu yang dihiasi bunga kertas warna-warni serta berisi aneka makanan.
Rangkaian Prosesi yang Menyita Perhatian
Arakan dimulai dari Balai Adat Desa Selunak menuju Aula Kantor Camat Batang Peranap. Rombongan terdiri dari Bupati Inhu Ade Agus Hartanto, Wakil Bupati, serta para tokoh adat dan masyarakat setempat.
Setibanya di Aula Kantor Camat, prosesi dilanjutkan dengan pembacaan sinopsis adat. Puncaknya adalah ritual "Caca Inai", ketika pimpinan daerah dan tokoh adat memoleskan inai kepada pengantin. Prosesi sakral yang langka ini tak hanya sukses digelar, tetapi juga berhasil menyedot perhatian luas hingga viral di tingkat nasional.
Apresiasi Bupati untuk Pelestarian Budaya
Bupati Inhu Ade Agus Hartanto mengaku bangga atas suksesnya penyelenggaraan festival tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam perhelatan ini.
"Saya memberikan apresiasi kepada semua pihak, karena sukses menggelar acara dan berhasil melestarikan budaya," katanya di Peranap.
Menurutnya, festival budaya merupakan salah satu cara efektif melestarikan seni dan aset daerah. Melalui kegiatan semacam ini, generasi muda diharapkan semakin mencintai budaya lokal.
Komitmen Pemkab Inhu untuk Ajang Mendatang
Di hadapan warga, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Inhu itu menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan festival adat yang lebih meriah di masa mendatang. Hal ini dilakukan agar seni dan budaya dapat lestari secara berkelanjutan dan diwariskan kepada generasi penerus.
"Selain itu, untuk mempererat kebersamaan, menyatukan masyarakat dan membangun rasa bangga terhadap identitas daerah," ujarnya.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata bagi Warga
Perhelatan budaya ini diyakini membawa dampak positif bagi perekonomian lokal. Kehadiran festival diyakini mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke daerah.
Lonjakan pengunjung otomatis memberikan peluang penghasilan tambahan bagi pelaku UMKM dan seniman lokal. Kegiatan ini menjadi ruang promosi produk-produk khas daerah di hadapan publik yang lebih luas.
Bagi masyarakat Batang Peranap, festival ini bukan hanya sekadar seremonial tahunan, melainkan pelecut kebanggaan terhadap identitas daerah yang mereka miliki.