Pemkab Situbondo dan BTN Resmikan Waste Station, Warga Bisa Setor Sampah Langsung Jadi Uang

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu meresmikan waste station di Alun-Alun Situbondo, Rabu, sebagai hasil kolaborasi dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Penulis: Muzakir Salim
Kamis, 03 September 2026 | 03:36:31 WIB

SITUBONDO — Warga Situbondo tidak perlu lagi membuang sampah anorganik begitu saja. Lewat waste station yang diresmikan di Alun-Alun Situbondo, sampah terpilah seperti botol plastik, kardus, dan kemasan kini bisa disetorkan dan langsung dikonversi menjadi uang tunai.

Fasilitas ini merupakan wujud kolaborasi Pemerintah Kabupaten Situbondo dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dalam penanganan sampah. Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu meresmikan langsung fasilitas tersebut, Rabu.

Warga Langsung Dapat Uang dari Sampah Terpilah

Mekanisme setor sampah yang ditawarkan terbilang sederhana. Warga membawa sampah anorganik yang sudah dipilah ke waste station, kemudian sampah tersebut ditimbang dan nilainya langsung dihitung dalam bentuk uang.

Bupati Rio mengaku sempat melihat langsung sistem kerja fasilitas itu. Menurut dia, konversi sampah menjadi uang menjadi motivasi paling dasar bagi masyarakat untuk mau memilah sampah dari rumah.

"Yang memotivasi paling dasar manusia itu dari uang kan, dan ini (waste station) solusinya. Sekilas tadi saya melihat sistem kerjanya langsung dikonversi ke uang, terima kasih kepada BTN sudah memberikan solusi soal sampah ini," tutur Bupati Rio seusai peresmian.

BTN: Sampah Bisa Jadi Sumber Penghasilan Baru

Kepala Kantor Wilayah PT BTN (Persero) Tbk Jatim, Bali, Nusra, Bagus Hendri Setiawan menyebut waste station di Situbondo menjadi proyek percontohan kolaborasi pemerintah daerah dengan BTN dalam pengolahan sampah.

"Ternyata sampah pun bisa dimonetisasi atau menjadi sumber penghasilan dan manfaatnya juga bisa langsung dirasakan oleh masyarakat," kata Bagus.

Ia menjelaskan, penyediaan fasilitas pengelolaan sampah itu merupakan bagian dari komitmen BTN dalam komponen Environment, Social, and Governance (ESG) perusahaan. Lewat program ini, perseroan turut berkontribusi langsung pada solusi persoalan lingkungan di daerah.

Bupati: Persoalan Sampah Bukan Sekadar Tugas Pemkab

Di tengah peresmian itu, Bupati Rio mengingatkan bahwa persoalan sampah tidak akan selesai hanya dengan menyiapkan infrastruktur. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan menjadi kunci utama.

Dia meminta warga mulai memilah sampah dari sumbernya, yakni dari rumah tangga masing-masing. Jika mentalitas membuang sampah sembarangan masih melekat, kata dia, penanganan sampah di Situbondo tak akan pernah tuntas.

"Oleh karena itu, mindset lama harus ditinggalkan, kita bergeser shifting mindset bahwa sampah ini sangat membahayakan. Mudah-mudahan waste station ini memberikan manfaat kepada kita semua," ujar Bupati Rio.

Reporter: Muzakir Salim