Nvidia DLSS 5 Resmi Rilis untuk NBA 2K7, Frame Rate Justru Anjlok di RTX 50
LIPUTANHARIAN.CO.ID — Nvidia akhirnya meluncurkan teknologi DLSS 5 yang sempat menjadi perdebatan sengit di komunitas PC gaming. Tapi alih-alih menjadi penyelamat performa, fitur "neural rendering" yang digadang-gadang mampu mengubah kualitas visual ini justru tampak menenggelamkan frame rate di game pertama yang mendukungnya, NBA 2K7.
Performanya Jauh dari Kata Menakjubkan
Menurut data yang dipublikasikan Nvidia, NBA 2K7 dengan setting Ultra di resolusi 1080p hanya berjalan di angka 43 FPS menggunakan GeForce RTX 5060. Kartu grafis kelas atas RTX 5090 pun "cuma" mampu menembus 60 FPS di resolusi 4K — angka yang sebenarnya bisa dicapai game basket generasi lama itu tanpa teknologi ini sama sekali.
Angka FPS di atas memang terlihat tinggi di grafik resmi Nvidia, tetapi itu karena mereka menggunakan basis perhitungan 6x multi-frame generation. Jika dibalik, performa aslinya jelas menunjukkan penurunan drastis yang ironis untuk teknologi yang awalnya dipasarkan sebagai peningkat performa.
Neural Rendering: Janji Grafis Berbasis AI
DLSS 5 menjadi babak baru bagi Nvidia karena tidak lagi sekadar merekonstruksi data frame untuk meningkatkan resolusi atau menambah FPS. Kini, AI digunakan untuk "menghasilkan" detail pencahayaan dan material yang sebelumnya dihilangkan developer karena keterbatasan hardware secara real-time.
Dalam blog resminya, Nvidia menjelaskan proses ini tidak seperti AI generatif teks-ke-gambar. Teknologi ini tetap berpegang pada fondasi frame yang di-render engine, lengkap dengan geometri, tekstur, dan buffer pencahayaan yang dirancang artist. AI hanya menjadi "tahap akhir" di pipeline grafis untuk memperkaya detail visual, sementara kontrol artistik tetap berada di tangan developer.
Kontroversi Wajah Karakter yang "Diyassifikasi"
Kekhawatiran terbesar komunitas bukan hanya soal performa, melainkan etika penggunaan AI untuk mengubah penampilan karakter. Sejak diperkenalkan pada Maret lalu, Nvidia memamerkan hasil DLSS 5 yang mengubah wajah Grace Ashcroft, karakter utama Resident Evil Requiem, secara signifikan. Banyak gamer menilai perubahan itu tidak sesuai dengan desain asli karakter—bahkan ada yang menyebutnya seperti difilter dengan standar kecantikan media sosial yang tidak wajar.
Menjelang rilis, modder bahkan sudah membocorkan teknologi ini dan mencobanya di game lain seperti Control, GTA 5, Cyberpunk 2077, hingga The Witcher 3. Hasilnya? Geralt of Rivia tampak jauh lebih tua dari desain aslinya. Nvidia merespons kritik tersebut dengan menekankan bahwa DLSS 5 bisa dimatikan sepenuhnya, dan developer punya kendali penuh untuk mengatur seberapa besar pengaruh AI terhadap visual game.
Masih Butuh Optimasi Besar
Nvidia mengklaim performa DLSS 5 sudah meningkat 5 kali lipat dari saat pertama kali diumumkan—yang sebelumnya butuh dua kartu RTX 5090 untuk berjalan. Kini, teknologi ini bisa diakses semua GPU GeForce RTX 50 Series, termasuk laptop dan platform cloud GeForce Now.
Meski begitu, Nvidia mengakui kurva optimasi belum selesai. Mereka berjanji akan merilis pembaruan model pada musim gugur tahun ini untuk mendongkrak performa lebih tinggi lagi. Sampai update itu tiba, gamer pemilik kartu RTX 50 yang penasaran mungkin perlu berpikir ulang sebelum mengaktifkan fitur ini di NBA 2K7—kecuali mereka rela menukar frame rate demi pencahayaan yang lebih sinematik.