IHSG Diprediksi Masih Tertekan Kamis (27/8), Analis Sebut Support di 6.272-6.358

IHSG diprediksi masih tertekan pada perdagangan Kamis (27/8) dengan support di level 6.272-6.358.
Penulis: Muzakir Salim
Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:20:01 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Laju indeks saham domestik diperkirakan masih belum keluar dari tekanan pada perdagangan hari ini. Setelah ditutup terkoreksi signifikan di level 6.405 pada Rabu (26/8), sejumlah analis menilai IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan sembari mencermati sentimen eksternal dan domestik yang tengah bergejolak.

Data RTI Infokom menunjukkan nilai transaksi pada penutupan kemarin mencapai Rp 18,07 triliun dengan volume 42,06 miliar saham. Sebanyak 583 saham tercatat melemah, sementara 118 saham menguat dan 89 saham stagnan.

Area Koreksi dan Target Level Teknis IHSG

Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan indeks masih berada dalam fase koreksi wajar. Ia memetakan area koreksi IHSG berada di kisaran 6.290 hingga 6.394.

"Kami memperkirakan area koreksi IHSG berada di kisaran 6.290-6.394. Sementara itu, area penguatan berikutnya berpotensi menguji level 6.666," ujar Herditya dalam riset hariannya.

Secara lebih detail, ia memproyeksikan IHSG akan bergerak di rentang support 6.373 dan 6.272, dengan resistance di level 6.599 dan 6.705. Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan, antara lain ADRO, BUVA, DSNG, dan MAPA.

Sentimen Eksternal dan Domestik yang Menekan Pasar

Dari sisi eksternal, pelaku pasar masih menanti arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Selain itu, rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS, kinerja keuangan Nvidia, serta eskalasi ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina turut membayangi pergerakan indeks global.

Sementara dari dalam negeri, investor mencermati aksi penyampaian pendapat di Gedung DPR RI yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji, menilai faktor-faktor tersebut membuat indeks bergerak negatif dengan volatilitas tinggi.

"Secara teknikal, meskipun telah terjadi koreksi wajar yang kedua kalinya, pergerakan IHSG secara garis besar masih dalam keadaan tren penguatan. Namun, sentimen IHSG pada hari ini cenderung negatif dengan volatilitas tinggi, meskipun peluang technical rebound tetap terbuka," kata Nafan.

Proyeksi Support-Resistance dan Rekomendasi Saham

Nafan memprediksi IHSG akan menemui support di level 6.358 dan 6.273, dengan resistance pada 6.454 dan 6.552. Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan tiga saham untuk dicermati pelaku pasar, yakni ASII, CMRY, dan INET.

Kedua analis sepakat bahwa peluang penguatan tetap ada setelah koreksi tajam yang terjadi. Namun, mereka mengingatkan investor untuk mewaspadai volatilitas tinggi yang bisa terjadi kapan saja di tengah sentimen yang masih campur aduk.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Investasi mengandung risiko.

Reporter: Muzakir Salim