Pencarian

IHSG Melemah, PGEO Ekspansi Panas Bumi dan EMAS Siapkan Rp2,7 Triliun untuk Tambang Pani

Rabu, 26 Agustus 2026 • 10:05:02 WIB
IHSG Melemah, PGEO Ekspansi Panas Bumi dan EMAS Siapkan Rp2,7 Triliun untuk Tambang Pani
IHSG melemah, sektor healthcare tertekan 1,59% sementara basic materials menguat 1,38%.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Di tengah pelemahan pasar, saham-saham emiten justru menunjukkan kinerja yang menarik. Saham EMAS melonjak 10,44%, disusul BRMS yang menguat 5,04%, dan MORA naik 1,90%. Sementara itu, saham berkapitalisasi besar seperti BYAN turun 3,21%, BBRI melemah 1,55%, dan BBCA terkoreksi 0,78%.

Secara sektoral, 10 dari 11 sektor berakhir di zona merah. Sektor Healthcare menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 1,59%, sementara Basic Materials menjadi satu-satunya sektor yang mampu mencatatkan penguatan sebesar 1,38%. Pelaku pasar juga mencermati rencana rebalancing FTSE pada September 2026 yang berpotensi memicu aksi jual dari passive funds, meski ETF EIDO di pasar AS masih menguat 1,11%.

PGEO Tambah 45 MW Kapasitas Panas Bumi, Target Operasi 2028

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) tengah mempercepat ekspansi kapasitas pembangkit listrik panas bumi (PLTP). Perseroan mengembangkan PLTP Ulubelu Bottoming Unit berkapasitas 30 MW di Lampung dan PLTP Lahendong Bottoming Unit sebesar 15 MW di Sulawesi Utara. Kedua proyek ini akan menambah kapasitas terpasang PGEO sebesar 45 MW dan ditargetkan memasuki tahap operasi komersial pada 2028.

PGEO juga memperoleh mandat eksplorasi panas bumi di wilayah Cubadak Panti, Sumatra Barat. Wilayah seluas 29.897 hektare ini memiliki potensi awal sekitar 77 MWe, yang diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan listrik sekitar 40.000 rumah tangga.

Selain proyek tersebut, PGEO masih mengembangkan sejumlah proyek lain, yakni PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 di Sumatra Selatan, PLTP Hululais Unit 1 dan 2 di Bengkulu, PLTP Lahendong Unit 7-8 dan Binary Unit di Sulawesi Utara, serta proyek Gunung Tiga di Lampung.

EMAS Siapkan Dana Hingga Rp2,7 Triliun untuk Fasilitas Pengolahan Emas

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melalui anak usahanya, PT Pani Industri Nusantara (PIN), menyiapkan anggaran Rp2,45 triliun hingga Rp2,70 triliun untuk pembangunan fasilitas pengolahan emas Carbon-in-Leach (CIL) di Tambang Pani, Gorontalo. Dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan mesin, peralatan, serta jasa konsultasi pembangunan.

Fasilitas CIL ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pengolahan bijih Tambang Pani dari tahap awal 8 juta ton menjadi 12 juta ton per tahun. Jika beroperasi pada kapasitas penuh, Tambang Pani diproyeksikan mampu memproduksi sekitar 500.000 ounces emas per tahun. Dari sisi teknikal, saham EMAS masih memiliki peluang melanjutkan kenaikan menuju level Rp9.050, didukung peningkatan volume perdagangan dan indikator stochastic yang bergerak mengarah ke atas.

VISI Terbitkan Saham Baru, Danai Akuisisi Rumah Sakit Rp286 Miliar

PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) menyiapkan aksi private placement dengan menerbitkan saham baru maksimal 307,5 juta lembar, setara 10% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh. Aksi ini berpotensi menyebabkan dilusi hingga 10% bagi pemegang saham yang tidak mengambil bagian.

Dana yang diperoleh akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan bisnis, termasuk penyertaan saham pada Hasna Medika Bakti Cirebon (HMBC), perusahaan sektor kesehatan. Nilai penyertaan mencapai Rp286 miliar, yang akan memberikan VISI kepemilikan sebesar 72,91% di HMBC. Private placement ini dapat dilaksanakan maksimal dua tahun sejak RUPS Independen yang dijadwalkan pada 30 September 2026.

Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Hari Ini

Berikut sejumlah saham yang direkomendasikan untuk dicermati:

  • ADRO — Buy 2600-2620 | Target 2650-2700 | Stop Loss 2500
  • SSIA — Buy 1880-1890 | Target 1920-1950 | Stop Loss 1780
  • TOWR — Buy 450-454 | Target 460-468 | Stop Loss 430
  • NRCA — Buy 575-585 | Target 600-610 | Stop Loss 550
  • ASGR — Buy 1900-1910 | Target 1950-1970 | Stop Loss 1810

Disclaimer: Seluruh analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.

Sumber: finance.detik.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks