LIPUTANHARIAN.CO.ID — IHSG mencatat penguatan signifikan pada penutupan perdagangan Kamis (27/8) dengan melesat 116,06 poin ke posisi 6.521. Data RTI Infokom menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp13,51 triliun dengan volume 35,54 miliar saham. Sebanyak 553 saham menguat, 96 terkoreksi, dan 138 stagnan.
Momentum positif ini menjadi dasar sebagian analis memproyeksikan kelanjutan penguatan. Namun, sejumlah pihak mengingatkan indeks masih berada dalam fase koreksi teknikal, sehingga pergerakan hari ini berpotensi fluktuatif.
Target Penguatan dan Area Koreksi IHSG
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG masih berpeluang menguat dengan target pengujian level 6.666. Ia mengingatkan area koreksi membentang di kisaran 6.290 hingga 6.394.
"Kami memperkirakan area koreksi IHSG berada di kisaran 6.290-6.394. Adapun area penguatan IHSG berikutnya berpotensi menguji level 6.666," ujar Herditya dalam riset hariannya.
Herditya memproyeksikan IHSG hari ini bergerak dengan support di level 6.373 dan 6.272, serta resistance di level 6.599 dan 6.705. Saham yang direkomendasikannya antara lain DEWA, ENRG, ICBP, dan PTRO.
Rebound Teknis Buka Peluang Uji Resistance 6.545
Senada, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova melihat indeks berpeluang melanjutkan penguatan setelah menembus resistance minor di level 6.508. Pergerakan tersebut membuka ruang bagi IHSG untuk kembali menguji resistance berikutnya di level 6.545.
"Momentum positif IHSG diperkirakan masih bertahan selama indeks tidak turun di bawah level 6.435," ujar Ivan.
Ivan memprediksi IHSG hari ini bergerak di rentang support 6.435, 6.352, 6.230, dan 6.080, dengan resistance di level 6.545, 6.666, 6.835, dan 6.916. Ia merekomendasikan sejumlah saham, yakni ADMR, ANTM, BMRI, dan BUMI.
Saham yang Perlu Dicermati Investor
Dari dua analis tersebut, terdapat beberapa saham yang menjadi perhatian utama. Berikut rinciannya:
- MNC Sekuritas: DEWA, ENRG, ICBP, dan PTRO
- Binaartha Sekuritas: ADMR, ANTM, BMRI, dan BUMI
Pilihan saham ini mencerminkan sektor energi, barang konsumsi, hingga perbankan yang dinilai memiliki momentum teknikal yang baik.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Investasi mengandung risiko.