LIPUTANHARIAN.CO.ID — Komentar tersebut muncul setelah keinginan Alvarez untuk hengkang ke Barcelona pada bursa transfer awal musim ini gagal total. Atletico Madrid menutup rapat pintu negosiasi dan bersikukuh mempertahankan pemain asal Argentina tersebut.
Akibatnya, situasi di klub pun memanas. Para pendukung Atletico bahkan melontarkan cemoohan kepada Alvarez saat ia memasuki lapangan pada laga imbang 2-2 melawan Villarreal di Liga Spanyol, akhir pekan lalu.
Kesalahan Fatal di Mata Legenda Prancis
Dugarry, yang merupakan bagian dari skuad juara Piala Dunia 1998, menilai sikap Alvarez sebagai langkah pertama yang keliru. Ia menegaskan bahwa cara seorang pemain menyatakan keinginan pindah haruslah cerdas, bukan justru memicu konflik.
"Pemain itu [Alvarez] dan rombongannya adalah orang-orang bodoh. Bagaimana bisa Anda menyatakan 'Saya ingin meninggalkan klub?' Apakah dia bodoh, atau bagaimana?" ucap Dugarry kepada RMC, seperti dilansir dari Metro.
Peringatan untuk Alvarez: Belajar dari Kasus Griezmann
Legenda Prancis itu mengingatkan Alvarez untuk meniru cara-cara yang lebih halus dalam berkomunikasi. Ia mencontohkan bagaimana seharusnya seorang pemain bersikap ketika ingin pergi, dengan tetap menghormati klub dan suporter.
"Cara terbaik untuk pergi bukanlah dengan melakukan hal itu. Diam, bersikaplah rendah hati, dan cerdaslah dalam berkomunikasi. Tidakkah Anda melihat apa yang terjadi pada [Antoine] Griezmann? Tidakkah Anda mengenal manajemen Anda? Tidakkah Anda mengenal suporter Anda?" tegasnya.
Dugarry menambahkan bahwa cara yang ditempuh Alvarez sepenuhnya salah dan pada akhirnya akan berbalik merugikan dirinya sendiri. "Langkah pertama saat ingin mencapai kesepakatan bukan dengan bersikap tidak hormat kepada para penggemar maupun klub Anda sendiri," pungkasnya.