Harga CPO Sumatera Selatan Tembus Level Tertinggi Akibat El Nino dan Dorongan Program B50

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Sumatera Selatan menembus level tertinggi akibat El Nino dan dorongan program B50.
Penulis: Saifuddin Wahid
Senin, 24 Agustus 2026 | 09:20:00 WIB

PALEMBANG — Efek kekeringan berkepanjangan akibat El Nino dan rencana pemerintah menggenjot program mandatori biodiesel B50 membuat harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Sumatera Selatan meroket hingga menyentuh level tertinggi. Kondisi ini memicu pergerakan cepat di pasar komoditas daerah, dari tingkat petani swadaya hingga eksportir.

Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Selatan, Ahmad Rizali, membenarkan adanya tren kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir. Pemicu utamanya adalah kekhawatiran berkurangnya produksi sawit global akibat cuaca kering, sementara permintaan untuk bahan baku energi terbarukan terus meningkat.

El Nino Menekan Produksi, Stok Global Menyusut

Fenomena El Nino yang melanda Indonesia sejak pertengahan tahun menyebabkan curah hujan di bawah normal. Di Sumatera Selatan, dampaknya terlihat dari penurunan produktivitas tanaman sawit yang memasuki masa kritis, terutama di lahan gambut dan tadah hujan.

Kondisi ini berimbas pada pasokan CPO nasional yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor. Dengan stok yang menipis, harga justru terdorong naik karena pasar bereaksi terhadap potensi kelangkaan di bulan-bulan mendatang.

Program B50: Katalis Baru Permintaan Domestik

Di sisi lain, dorongan pemerintah untuk segera mengimplementasikan campuran biodiesel 50 persen pada awal tahun depan menambah tekanan pada permintaan CPO dalam negeri. Kebijakan ini membutuhkan pasokan bahan baku dalam jumlah besar, sehingga menyerap produksi yang sebelumnya dialokasikan untuk pasar ekspor.

“Kenaikan ini adalah berkah bagi petani, tapi kami juga mengingatkan agar tidak terjadi gejolak harga di tingkat konsumen,” ujar Rizali di Palembang, Jumat (22/11).

Harga TBS di Tingkat Petani Ikut Terangkat

Di tingkat petani, harga TBS untuk umur tanaman 10-20 tahun di Sumatera Selatan dikabarkan tembus di atas Rp 3.500 per kilogram. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga beberapa bulan lalu yang sempat tertekan di kisaran Rp 2.800 per kilogram.

Para tengkulak di Kabupaten Musi Banyuasin mengaku kewalahan memenuhi permintaan pabrik karena para petani cenderung menahan panen untuk menunggu harga lebih tinggi. Situasi ini memicu persaingan antarpabrik untuk mendapatkan pasokan TBS.

Pemprov Sumsel Antisipasi Dampak Inflasi

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mulai memantau pergerakan harga minyak goreng di pasar tradisional. Dikhawatirkan, lonjakan harga CPO mentah akan diikuti oleh kenaikan harga minyak goreng curah yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.

Tim pengendali inflasi daerah akan berkoordinasi dengan Bulog dan pelaku usaha untuk memastikan ketersediaan minyak goreng dengan harga terjangkau. Langkah ini ditempuh agar keuntungan dari kenaikan harga komoditas tidak berdampak negatif pada daya beli warga.

Reporter: Saifuddin Wahid