LIPUTANHARIAN.CO.ID — Kuil Otagi Nenbutsuji di Saga-Toriimoto, utara Arashiyama, Kyoto, menyimpan sekitar 1.200 patung batu rakan dengan ekspresi wajah yang seluruhnya berbeda. Pintu kuil dibuka pukul 09.00–16.00 waktu setempat dengan tiket 1.000 yen per orang, dan tutup setiap Rabu serta Sabtu. Koleksi patung ini lahir dari pemugaran kuil pada 1980-an yang melibatkan pengunjung umum sebagai pemahat.
Otagi Nenbutsuji berdiri di kawasan Saga-Toriimoto, bagian utara Arashiyama, Kyoto. Bukan kuil dengan gerbang megah atau taman zen yang lapang, melainkan halaman yang dipenuhi sekitar 1.200 patung batu rakan, para murid Buddha yang telah mencapai pencerahan. Setiap patung punya karakter sendiri, dan itu yang membuatnya berbeda dari kuil-kuil populer di Kyoto.
Daya Tarik Utama: 1.200 Wajah yang Tak Sama
Rakan di Otagi Nenbutsuji tidak digambarkan sebagai sosok kaku dan serius. Sebagian patung tertawa lebar, sebagian meringis, terkejut, atau tampak tengah berdoa. Ada pula yang digambarkan sedang berolahraga dan mengobrol.
Kepribadian ceria inilah yang membuat pengunjung betah menyusuri lorong-lorong sempit di antara patung. Koleksi patung batu di area kuil menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin mengenal sisi lain budaya Jepang, jauh dari keramaian destinasi utama Kyoto.
Sejarah di Balik Wajah-wajah Itu
Kuil ini berawal dari bangunan yang didirikan tahun 766. Serangkaian banjir memaksa kuil dipindahkan hingga akhirnya menetap di Arashiyama. Pemugaran besar berlangsung pada 1980 dan memakan waktu sekitar satu dekade.
Saat pemugaran itulah kepala pendeta kuil bersama pematung Buddha terkenal Kouchou Nishimura mengajak pengunjung umum ikut mengukir patung batu. Rencana awal hanya membuat 500 patung dalam lima tahun. Antusiasme pengunjung membuat jumlahnya melampaui 1.000 patung dalam waktu satu dekade.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan
- Menyusuri halaman kuil untuk mengamati beragam ekspresi rakan satu per satu
- Menjelajahi kawasan Saga-Toriimoto di sekitar kuil yang masih menyimpan suasana lama Arashiyama
- Berfoto di antara patung, dengan catatan tetap menghormati area ibadah
- Mengenal sejarah pemugaran kuil dan peran warga biasa dalam pembuatan patung
Cara Menuju Lokasi
Dari Stasiun JR Saga-Arashiyama, perjalanan ke kuil memakan waktu sekitar 5 menit dengan taksi. Alternatif lain adalah naik bus dan turun di halte Otagi Dera Mae.
Sebagian pengunjung memilih berjalan kaki dari stasiun. Durasi tempuhnya sekitar satu jam karena sebagian besar rute menanjak. Siapkan tenaga ekstra kalau memilih opsi ini, terutama saat membawa anak atau orang tua.
Tiket Masuk & Jam Operasional
Merujuk informasi kunjungan di situs resmi kuil, Otagi Nenbutsuji buka pukul 09.00 hingga 16.00 waktu setempat. Kuil tutup setiap Rabu dan Sabtu.
Tarif tiket masuk 1.000 yen per orang. Ketentuan ini dapat berubah, jadi periksa kembali sebelum berangkat, terutama jika datang di musim ramai atau hari libur Jepang.
Tips Berkunjung
Datanglah pada pagi hari setelah kuil dibuka agar halaman belum terlalu ramai dan cahaya cukup untuk memotret detail patung. Kenakan alas kaki yang nyaman karena medan di sekitar kuil menanjak.
Ingat bahwa ini tempat ibadah, bukan sekadar spot foto. Jaga suara, jangan memanjat patung, dan hormati pengunjung lain yang datang untuk berdoa. Bawa uang tunai secukupnya untuk tiket dan keperluan kecil di sekitar Arashiyama.
Untuk wisatawan yang ingin melihat Kyoto di luar destinasi utamanya, Otagi Nenbutsuji cocok dijadikan perhentian satu hingga dua jam sambil menjelajahi Saga-Toriimoto. Gabungkan dengan rute Arashiyama lain dalam satu hari agar perjalanan lebih efisien.