LIPUTANHARIAN.CO.ID — Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali erupsi pada Kamis (15/10/2026) pukul 11.03 WIT dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 43 detik. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat gunung ini sudah meletus 23 kali dalam sepekan terakhir. Status aktivitas masih di Level II (Waspada), dengan radius aman 2 kilometer dari kawah dan perluasan 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di sisi utara.
Data PVMBG melalui aplikasi MAGMA Indonesia menunjukkan frekuensi letusan gunung ini tergolong tinggi. Dalam sepekan terakhir saja, Gunung Ibu sudah erupsi 23 kali.
Aktivitas Kegempaan Sepanjang 15 Oktober 2026
Pengamatan kegempaan pada 15 Oktober 2026 pukul 00.00–23.59 WIT mencatat 103 kali gempa letusan dengan amplitudo 15–28 milimeter dan durasi 32–88 detik. Selain itu, terekam 3 kali gempa guguran beramplitudo 4–20 mm selama 36–50 detik serta 3 kali gempa hembusan beramplitudo 4–8 milimeter selama 37–41 detik.
Tingkat aktivitas Gunung Ibu saat ini berada di Level II (Waspada). Status ini menandakan potensi erupsi masih berlanjut, meski belum mengarah ke peningkatan yang lebih tinggi.
Radius Aman yang Wajib Dipatuhi
PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 kilometer dari kawah. Perluasan sektoral berlaku hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara kawah aktif.
Bagi pendaki atau wisatawan yang berencana ke kawasan Halmahera Barat, imbauan ini bersifat mengikat. Aktivitas di zona terlarang berisiko terkena lontaran material vulkanik maupun gas.
Gunung Ibu, Salah Satu Gunung Paling Aktif di Indonesia
Sepanjang 2026, MAGMA Indonesia merekam 5.114 letusan gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur mencatat letusan terbanyak dengan 1.990 kali, disusul Gunung Ibu dengan 1.719 kali letusan.
Angka tersebut menempatkan Gunung Ibu sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia tahun ini. Wisatawan yang ingin memantau perkembangan terkini disarankan mengakses kanal resmi MAGMA Indonesia atau menghubungi pos pengamatan gunung api setempat sebelum berkunjung ke kawasan Halmahera Barat.