Pencarian

Robot RAIBO2 Selesaikan Maraton 42,2 Km Sekali Cas Baterai

Senin, 12 Oktober 2026 • 10:02:02 WIB
Robot RAIBO2 Selesaikan Maraton 42,2 Km Sekali Cas Baterai
Robot berkaki empat RAIBO2 menuntaskan maraton 42,2 km di Korea Selatan dengan sekali pengisian baterai.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Robot berkaki empat RAIBO2 menuntaskan Sangju Dried-Persimmon Marathon di Korea Selatan sejauh 42,2 km dalam 4 jam 19 menit dengan sekali pengisian baterai. Pencapaian ini melampaui daya tahan robot anjing pada umumnya yang hanya aktif satu hingga dua jam. Hasil studi pengembangnya diterbitkan di jurnal Nature dan dinilai membuka jalan baru bagi robot berkaki empat di medan sulit.

Pengembangnya menyebut RAIBO2 sebagai robot berkaki empat pertama yang menuntaskan acara lari maraton resmi dengan sekali pengisian baterai. Rute lomba mencakup dua tanjakan setinggi 50 meter dengan kemiringan hingga 10 derajat.

Uji Ketahanan di Medan Tanjakan

Kemiringan rute memberi tekanan lebih besar pada sumber daya energi robot. Kondisi itu dinilai para ilmuwan cocok untuk menguji kemampuan manajemen baterai RAIBO2.

Sebelum lomba resmi, RAIBO2 sempat menempuh rute 43 km di lapangan atletik dengan panduan GPS. Jarak itu diselesaikannya dalam 4 jam 40 menit sekali cas, meski medannya dinilai tidak semenantang jalur maraton Sangju.

Peneliti lalu mengujinya lagi di medan tidak rata bersama pelari lain. Tes dihentikan di kilometer 37 karena baterai habis.

Penyebab Baterai Habis di Kilometer 37

Analisa pengembang mengaitkan masalah itu dengan perubahan kecepatan robot. RAIBO2 berusaha menyesuaikan kecepatan dengan pelari di sekitarnya, dan penyesuaian itu diduga menguras energi baterai.

Sebagai penanganan, pengembang menambah kapasitas baterai sebesar 33% dan memodifikasi sistem kontrol, termasuk pada kekakuan sendi di aktuator. Modifikasi itu membuat kaki robot lebih fleksibel saat menyerap benturan atau butuh dorongan stabil dan kuat.

Setelah penyesuaian, RAIBO2 mencapai jangkauan maksimum 67 km sekali pengisian daya. Catatannya, hasil itu dicapai di jalur lurus tanpa rintangan.

Kenapa Robot Berkaki Empat Cepat Kehabisan Daya

Robot berkaki empat unggul melintasi medan sulit yang membuat mesin beroda kewalahan. Keterbatasannya ada di daya tahan.

Penyebabnya, robot berkaki empat menggerakkan banyak sendi sembari berulang kali mengangkat dan menstabilkan tubuh. Aktivitas itu menguras energi.

"Tidak seperti robot beroda, hewan berkaki empat terus-menerus mengeluarkan energi pada persendiannya untuk menopang berat badan dan mengalami kehilangan energi kinetik selama kontak kaki-tanah yang terputus-putus," tulis para peneliti dalam studi di jurnal Nature edisi 23 September.

Baterai 2.016 Watt-jam dan Jangkauan Tiga Kali Lipat

RAIBO2 memiliki total kapasitas baterai 2.016 watt-jam. Jangkauan per pengisian dayanya disebut lebih dari tiga kali lipat dibandingkan robot berkaki empat yang ada saat ini.

Pencapaian itu tidak lepas dari keputusan pengembang menambah daya tahan baterai hingga 33%. Penambahan ini menjadi kunci di balik hasil maraton RAIBO2.

Peluang di Zona Bencana dan Pegunungan

Dalam studinya, pengembang menyebut daya tahan semacam itu bisa memperluas peran robot berkaki empat di tempat yang sulit dilintasi mesin beroda. Zona bencana dan daerah pegunungan masuk dalam daftar.

Di wilayah seperti itu, robot yang lincah dan tahan lama dapat membawa kamera, sensor, atau peralatan komunikasi melintasi medan tidak rata. Pencapaian RAIBO2 di Sangju dinilai menjadi tonggak baru dalam mengatasi keterbatasan daya tahan robot berkaki empat.

Sumber: inet.detik.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks