Pencarian

Review Xiaomi Skynomad: EREV Pertama Xiaomi Terpesan 70.000 Unit

Jumat, 09 Oktober 2026 • 13:01:31 WIB
Review Xiaomi Skynomad: EREV Pertama Xiaomi Terpesan 70.000 Unit
Xiaomi Skynomad mencatat 70.000 unit terpesan dalam sebulan sejak peluncurannya di China.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Xiaomi Skynomad mencatat 70.000 unit terpesan hanya dalam sebulan sejak diluncurkan di China, angka yang mengesankan untuk mobil EREV pertama Xiaomi. SUV empat varian ini dibanderol mulai 209.900 yuan atau sekitar Rp 560 juta, bersaing di segmen SUV listrik jarak jauh bersama pesaing seperti Li Auto dan Aito. Tapi di balik angka pesanan itu, penjualan Skynomad masih kalah dari dua model Xiaomi lainnya.

Xiaomi Skynomad resmi dipasarkan dan mulai dikirim ke konsumen pada September 2026. Sepanjang periode 7 September hingga 7 Oktober 2026, pesanan untuk SUV ini menembus 70.000 unit berdasarkan laporan Carnewschina. Angka itu menempatkan Skynomad sebagai salah satu peluncuran mobil listrik paling agresif di pasar China tahun ini.

Meski terbilang laris, Xiaomi belum bisa bersantai. Pendiri sekaligus CEO Xiaomi, Lei Jun, mengklaim pihaknya mengirim 40 ribu unit kendaraan sepanjang September 2026, dengan 10 ribu unit di antaranya disumbang Skynomad. Artinya, kontribusi Skynomad baru seperempat dari total pengiriman Xiaomi bulan itu.

Empat Varian, Dua Ukuran Bodi Berbeda

Xiaomi Skynomad hadir dalam empat varian: N90 Max, N90 Max Explorer Edition, N70 Pro, dan N70 Max. Dimensinya terbagi dua kelompok. Model N70 punya panjang 4.960 mm dengan jarak sumbu roda 2.950 mm, sedangkan N90 Max lebih bongsor dengan panjang 5.285 mm dan wheelbase 3.080 mm.

Selisih 325 mm di panjang bodi bukan angka kecil. Varian N90 masuk kelas SUV besar yang biasanya bersaing dengan model tiga baris kursi, sementara N70 lebih dekat ke SUV menengah. Pembeli yang butuh kabin lega untuk tujuh penumpang kemungkinan besar akan melirik N90.

EREV: Motor Listrik yang Digerakkan, Mesin Bensin yang Menyuplai

Skynomad memakai teknologi extended-range electric vehicle (EREV). Roda sepenuhnya digerakkan motor listrik, sedangkan mesin bensin 1.500 cc turbo berperan sebagai generator untuk memasok daya listrik ketika baterai menipis. Pendekatan ini berbeda dari hybrid konvensional yang masih menyalurkan tenaga mesin ke roda.

Untuk N70 Pro, Xiaomi membekali motor listrik depan bertenaga 210 kW atau sekitar 281 dk dengan baterai LFP 52 kWh. Varian lainnya memakai penggerak semua roda (AWD) lewat dua motor listrik dengan tenaga gabungan 310 kW atau sekitar 416 dk, ditopang baterai LFP 76 kWh.

Jarak Tempuh Listrik dan Klaim 1.705 Km Gabungan

Berdasarkan pengujian CLTC di China, jarak tempuh mode listrik Skynomad mencapai 351 km untuk N70 Pro, 505 km untuk N70 Max, dan sekitar 462-464 km untuk lini N90. Angka CLTC umumnya lebih optimistis dibanding pengujian WLTP maupun pemakaian nyata di jalan raya.

Klaim paling mencolok ada di jarak tempuh gabungan. Dengan baterai penuh dan tangki bensin penuh, Xiaomi menyebut Skynomad bisa menempuh hingga 1.705 km. Ini angka yang masuk akal untuk sistem EREV dengan tangki bahan bakar besar, tapi perlu diuji independen sebelum dianggap patokan.

Harga dan Posisi di Pasar China

Di China, Xiaomi Skynomad N70 Pro dijual mulai 209.900 yuan atau sekitar Rp 560 jutaan hingga 299.900 yuan atau sekitar Rp 790 jutaan. Rentang harga itu menempatkan Skynomad bersaing langsung di segmen SUV EREV menengah atas yang sudah diisi pemain mapan.

Xiaomi menargetkan penjualan mobil hingga 550 ribu unit tahun ini. Target itu tidak mudah. Sebab, Xiaomi belum tentu bisa menjual 40 ribu unit kendaraan dalam sebulan, dan kontribusi Skynomad masih di bawah dua model Xiaomi lainnya.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Terbawa Euforia

  • Penjualan Skynomad belum mengimbangi dua model Xiaomi lain, jadi angka 70.000 unit pesanan tidak otomatis berarti model ini yang terlaris
  • Klaim jarak tempuh 1.705 km dan angka CLTC belum diverifikasi pengujian independen di luar China
  • Belum ada informasi resmi soal ketersediaan Skynomad di pasar Indonesia maupun harga OTR lokal
  • Target 550 ribu unit tahunan Xiaomi berisiko meleset jika laju pengiriman bulanan tidak naik dari 40 ribu unit

Verdict Sementara

Skynomad adalah langkah serius Xiaomi di segmen EREV, teknologi yang menggabungkan kelebihan mobil listrik dengan jaminan jarak tempuh mesin bensin sebagai generator. Untuk pembeli di China yang butuh SUV jarak jauh tanpa khawatir kehabisan baterai, paket 281-416 dk plus klaim 1.705 km terlihat menggoda.

Namun bagi konsumen Indonesia, Skynomad masih sebatas kabar dari negeri Tiongkok. Tanpa kepastian harga OTR, jaringan layanan, dan dukungan pengisian daya lokal, sulit menilai apakah EREV Xiaomi ini cocok untuk pasar sini. Pantau terus perkembangan resminya sebelum mempertimbangkan sebagai pembelian.

Sumber: oto.detik.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks