Pencarian

Xiaomi Pastikan Mobil Listriknya Masuk Indonesia, Eropa Jadi Pasar Pertama

Kamis, 17 September 2026 • 10:02:01 WIB
Xiaomi Pastikan Mobil Listriknya Masuk Indonesia, Eropa Jadi Pasar Pertama
Country Director Xiaomi Indonesia Michael Feng menyampaikan pernyataan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Xiaomi memastikan Indonesia masuk dalam peta ekspansi kendaraan listriknya, meski belum ada jadwal peluncuran maupun model yang disebut. Country Director Xiaomi Indonesia Michael Feng menyatakan pihaknya "100 persen" akan membawa produk mobil listrik ke pasar Tanah Air. Sebelum itu, Xiaomi lebih dulu merambah Jerman pada kuartal ketiga 2027.

Michael Feng, yang baru dipercaya memegang bisnis Xiaomi Indonesia mulai September 2026, menyampaikan kepastian itu dalam konferensi pers usai peluncuran gawai REDMI Note 17 series di Jakarta, Rabu. Namun, ia belum bisa memastikan waktu peluncuran maupun model yang akan diboyong ke Tanah Air.

"Jadi untuk pertanyaan ini, 100 persen kami akan membawa produk mobil (listrik) ke pasar ini. Namun saat ini jika boleh jujur kita masih harus menunggu," kata Michael.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal paling tegas sejauh ini soal arah ekspansi bisnis mobil listrik Xiaomi di Indonesia.

Eropa Jadi Ujian Pertama Sebelum ke Indonesia

Dalam strategi ekspansi global, Xiaomi memastikan baru akan merambah pasar Eropa terlebih dahulu. Secara spesifik, perusahaan asal China itu akan masuk ke Jerman pada kuartal ketiga 2027 lewat kontrak yang disetujui dengan dealer kendaraan di sana.

Eropa akan menjadi ajang uji kemampuan Xiaomi bersaing di luar negeri. Pengalaman di kawasan tersebut bakal jadi referensi sebelum ekspansi diperluas ke negara lain, termasuk Indonesia.

Perusahaan tampaknya masih ingin melihat apakah ekspansi globalnya mendapat sambutan hangat atau justru respons berbeda.

Mengapa Xiaomi Belum Bisa Buru-Buru Masuk Indonesia

Langkah berhati-hati itu berkaitan dengan karakter bisnis otomotif yang berbeda dari perangkat elektronik konsumen. Penjualan mobil butuh jaringan distribusi, layanan purnajual, ketersediaan suku cadang, fasilitas servis, hingga dukungan jangka panjang bagi konsumen.

Artinya, memasuki Indonesia berarti Xiaomi tidak cukup hanya membawa kendaraan yang sesuai kebutuhan konsumen. Perusahaan juga harus menyiapkan ekosistem pendukungnya.

Faktor tersebut menjadi pertimbangan dalam menentukan kapan waktu tepat meluncurkan mobil listrik Xiaomi di Tanah Air.

Indonesia Tetap Prioritas di Peta Global Xiaomi

Michael meyakini posisi Indonesia yang strategis membuat produk kendaraan listriknya pasti akan masuk dan ikut meramaikan industri.

"Di Indonesia kami masih harus menunggu. Tapi saya rasa kami akan hadirkan segera karena Indonesia sangat penting bagi Xiaomi di pasar global jadi jangan khawatir," ujarnya.

Indonesia dinilai pasar menarik karena perkembangan kendaraan listrik terus mendapat perhatian produsen global. Kehadiran sejumlah merek baru dalam beberapa tahun terakhir membuat persaingan tidak lagi hanya bertumpu pada harga.

Teknologi, fitur digital, desain, jarak tempuh, hingga kualitas layanan purnajual kini jadi penentu.

Ekosistem Pintar Jadi Pembeda Potensial

Kekuatan Xiaomi pada ekosistem perangkat pintar berpotensi menjadi pembeda saat masuk bisnis otomotif. Mobil listrik perusahaan dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem yang lebih luas.

Integrasi kendaraan dengan perangkat digital bisa jadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. Xiaomi sendiri sudah masuk industri kendaraan listrik sejak akhir 2023 lewat Xiaomi SU7, sedan listrik pertama mereka.

Bagi konsumen Indonesia yang menantikan mobil listrik Xiaomi, kepastian kehadiran sudah di tangan. Yang tersisa adalah soal waktu, dan itu masih bergantung pada hasil uji pasar Xiaomi di Jerman pada 2027.

Sumber: ekonomi.republika.co.id

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks