Pencarian

Pemkot Bandung Dorong Hotel hingga Museum Ramah Wisatawan Muslim

Jumat, 09 Oktober 2026 • 10:41:31 WIB
Pemkot Bandung Dorong Hotel hingga Museum Ramah Wisatawan Muslim
Kepala Bidang Pariwisata Disparbud Kota Bandung Adi Junjunan Mustafa menyampaikan pengembangan wisata ramah muslim di Bandung.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung memperluas konsep wisata ramah muslim ke hotel, restoran, pusat perbelanjaan, museum, hingga kampung wisata kreatif. Fasilitas yang didorong meliputi ruang salat bersih, area wudu terpisah pria dan wanita, serta kepastian makanan halal. Dorongan ini menguat seiring penyelenggaraan Indonesia Halal Travel Fair yang mengangkat Muslim Friendly Tourism di Bandung.

Kepala Bidang Pariwisata Disparbud Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menyatakan wisata ramah muslim tidak berhenti di hotel atau restoran. Pusat perbelanjaan, museum, sampai kampung wisata kreatif juga perlu menyediakan fasilitas pendukung ibadah bagi pengunjung.

"Kalau dari sisi kepariwisataan, sudah sangat layak karena penduduk Indonesia mayoritasnya muslim. Maka, kita menyediakan tempat-tempat destinasi wisata yang ramah terhadap muslim," ujar Adi, Kamis (8/10/2026).

Bukan Sekadar Jaminan Makanan Halal

Adi memaparkan, wisata ramah muslim mencakup sejumlah fasilitas yang memudahkan wisatawan menjalankan ibadah selama bepergian. Ruang salat harus nyaman, bersih, dan gampang ditemukan.

Perhatian lain jatuh pada area wudu, termasuk ketersediaan tempat wudu memadai dan terpisah antara laki-laki dan perempuan. Kepastian kehalalan makanan juga menjadi bagian penting dari kenyamanan wisatawan muslim.

"Tempat salatnya bagus, rapi, wangi. Kemudian juga tempat kamar mandinya, wudu, dan lain-lain. Tempat makanan juga harus halal," katanya.

Meski begitu, Adi menegaskan kebutuhan wisatawan muslim pada dasarnya sama dengan wisatawan lain. Destinasi tetap wajib menawarkan keamanan, kenyamanan, dan pengalaman berkesan. Konsep ramah muslim tidak membatasi pilihan aktivitas wisata, hanya memastikan fasilitas yang dibutuhkan tersedia dengan baik.

Museum Geologi Bandung Jadi Contoh

Pengembangan wisata ramah muslim di Kota Bandung menyentuh beragam jenis destinasi, dari wisata belanja, kuliner, penginapan, hingga wisata edukasi. Adi mengingat Museum Geologi Bandung pernah meraih penghargaan dalam penilaian wisata ramah muslim tingkat Jawa Barat.

Selain museum, ada hotel yang juga memperoleh penghargaan serupa. Adi tidak merinci kategori maupun tahun penghargaan tersebut. Menurutnya, penilaian dan pemberian penghargaan berfungsi sebagai pemicu bagi pengelola destinasi untuk memperbaiki kualitas fasilitas.

"Biasanya kalau ada lomba-lomba itu pemicu saja. Nanti kita berikan penghargaan kepada destinasi yang sudah memberikan fasilitas yang sifatnya ramah muslim," tutur Adi.

Pembinaan terhadap pengelola destinasi wisata terus berjalan agar kebutuhan pengunjung semakin diperhatikan. Upaya itu menyasar seluruh sektor pariwisata, termasuk kampung wisata kreatif yang jadi salah satu pilihan wisata di Kota Bandung.

Peluang dari Indonesia Halal Travel Fair

Perwakilan DPP Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO), Priyadi Abadi, menyebut Indonesia Halal Travel Fair (IHTF) sebagai pameran perjalanan yang menawarkan beragam produk wisata ramah muslim. Pameran ini tidak hanya berfokus pada perjalanan ibadah haji dan umrah.

IHTF juga menawarkan pilihan perjalanan bagi wisatawan muslim yang ingin menjelajahi berbagai destinasi, termasuk negara-negara dengan penduduk muslim sebagai kelompok minoritas. Informasi seputar makanan halal, tempat ibadah, dan warisan sejarah Islam atau Islamic heritage menjadi bagian yang diperhatikan dalam layanan perjalanan tersebut.

Pemerintah Kota Bandung menyambut baik penyelenggaraan IHTF yang mengangkat konsep Muslim Friendly Tourism. Kegiatan itu dinilai menjadi salah satu kesempatan memperkenalkan destinasi di Bandung yang telah memperhatikan kebutuhan wisatawan muslim.

Bagi wisatawan yang hendak berkunjung, Bandung kini menawarkan ekosistem wisata yang makin lengkap untuk perjalanan keluarga maupun solo. Informasi terkini soal fasilitas ramah muslim di destinasi tertentu dapat dikonfirmasi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung.

Sumber: jabar.idntimes.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks