Pencarian

Wali Kota Bandung Siapkan Sentra Wisata Kuliner di Setiap Kecamatan

Kamis, 08 Oktober 2026 • 10:22:01 WIB
Wali Kota Bandung Siapkan Sentra Wisata Kuliner di Setiap Kecamatan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan rencana pembangunan Sentra Wisata Kuliner di setiap kecamatan.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Pemerintah Kota Bandung menyiapkan Sentra Wisata Kuliner di setiap kecamatan sebagai wadah penataan pedagang kaki lima sekaligus penggerak ekonomi lokal. Konsep ini digagas Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan mulai dikaji setelah rencana awal di tingkat kelurahan dinilai terlalu besar. Sentra kuliner nantinya dikembangkan sesuai potensi dan karakteristik masing-masing kecamatan.

Farhan menyebut konsep tersebut merupakan penyesuaian dari rencana awal yang ingin menghadirkan pusat inkubasi bisnis hingga tingkat kelurahan. Setelah dikaji, penerapan di seluruh kelurahan dinilai terlalu besar sehingga Pemkot Bandung memilih memulai dari tingkat kecamatan.

Mengapa Sentra Kuliner Dibangun per Kecamatan

Menurut Farhan, setiap kecamatan memiliki potensi dan karakteristik kuliner yang berbeda. Karena itu, sentra kuliner tidak dirancang sekadar sebagai lokasi berjualan, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan ekonomi dan wisata Kota Bandung.

“Misalnya di setiap kecamatan ada SWK, Sentra Wisata Kuliner. Jadi itu sesuai dengan apa yang kita canangkan pada waktu kampanye dulu, yaitu pusat kuliner atau inkubasi bisnis di setiap kecamatan,” kata Farhan di Hotel Grandia Kota Bandung, Kamis (8/10/2026).

Ia menambahkan, keunggulan tiap kecamatan akan dilihat lebih dulu sebelum sentra dikembangkan. “Dari setiap kecamatan kita lihat nanti keunggulan-keunggulannya,” ujarnya.

Kuliner Harian dan Kuliner Wisata Dibedakan

Farhan menilai sektor kuliner punya peran besar terhadap perekonomian Kota Bandung, termasuk dari sisi penerimaan pajak. Karena itu, Pemkot Bandung ingin mengembangkan sektor ini lebih serius, salah satunya dengan membedakan kebutuhan kuliner harian warga dan kuliner untuk wisatawan.

“Kalau kuliner harian, untuk kita-kita yang tinggal di Bandung, para pekerja. Makan paling mahal Rp20.000, sekali makan cukup kenyang,” ujarnya.

Untuk segmen wisata, Farhan menyebut konsep dan pelayanannya akan berbeda. “Tapi kalau untuk wisata, sama ukurannya Rp60.000, lain lagi treatment-nya,” ungkapnya.

Pembedaan ini diharapkan membuat ekosistem kuliner Bandung lebih terarah, baik untuk memenuhi kebutuhan warga maupun memperkuat daya tarik wisata kuliner bagi pengunjung dari luar daerah.

Contoh Kawasan Kuliner yang Dinilai Berhasil

Dalam penataan kawasan kuliner, Farhan menyebut sejumlah lokasi di Kota Bandung yang bisa menjadi referensi. Di antaranya Jalan Lengkong Kecil, kawasan Taman Wartawan, serta Jalan Cikuray.

“Kalau mau contoh bagusnya, Jalan Lengkong Kecil, Taman Wartawan, Jalan Cikuray. Itu contoh-contoh bagusnya. Tinggal ditiru saja,” katanya.

PKL Tidak Dihilangkan, tapi Ditata

Farhan menegaskan pengembangan sentra kuliner tidak dimaksudkan untuk menghilangkan keberadaan PKL. Pemkot Bandung justru ingin memberikan ruang berdagang yang lebih tertata.

“Kalau penolakan mah pasti, tapi kan kita membuka pintu-pintu dialog bagi mereka,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya konsistensi pemerintah dalam menjalankan aturan yang telah dibuat. Penataan harus dilakukan berdasarkan regulasi yang berlaku dan tidak boleh ada pengecualian yang membuat aturan kehilangan fungsi.

“Saya sama seluruh jajaran berusaha konsisten terhadap peraturan yang ada. Kita tidak bisa kompromi. Jangan sampai kita yang bikin peraturan, kita sendiri yang melanggar,” tuturnya.

Bagi wisatawan yang berencana menjelajah kuliner Bandung, sentra-sentra ini nantinya bisa menjadi titik singgah baru di tiap kecamatan. Informasi terkini soal lokasi, jadwal operasional, dan tenant yang terlibat dapat dikonfirmasi melalui dinas pariwisata setempat seiring rampungnya kajian Pemkot Bandung.

Sumber: timesindonesia.co.id

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks