Pencarian

Jasa Marga Buka Peluang Akuisisi Ruas Tol BUMN Karya yang Bermasalah

Rabu, 09 September 2026 • 19:44:02 WIB
Jasa Marga Buka Peluang Akuisisi Ruas Tol BUMN Karya yang Bermasalah
Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk menyampaikan keterangan pers terkait peluang akuisisi ruas tol milik BUMN Karya di Jakarta, Senin (10/2/2025).

JAKARTA, LIPUTANHARIAN.CO.ID — PT Jasa Marga Tbk membuka peluang untuk berinvestasi dan mengakuisisi ruas jalan tol milik BUMN Karya di Indonesia guna merespons rencana perampingan portofolio aset negara. Penataan bisnis infrastruktur tersebut mulai bergulir menjelang target penyelesaian restrukturisasi menyeluruh pada akhir 2026.

Penjualan aset tol kini menjadi pintu keluar bagi BUMN Karya yang tengah terjerat persoalan finansial. Beban utang tercatat membengkak di sejumlah kontraktor pelat merah, mencakup Waskita Karya, Wijaya Karya, Hutama Karya, hingga PTPP.

Krisis utang ini tidak hanya membebani perusahaan induk. Beban serupa menekan anak-anak usaha yang memegang konsesi jalan tol.

COO BPI Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria membeberkan kedalaman masalah neraca keuangan kelompok konstruksi pelat merah tersebut. "Utangnya besar-besar, masalahnya ini tidak hanya di level holding, tetapi dia punya anak-anak perusahaan juga bermasalah," ungkap Dony.

Rencana Perampingan Tiga Klaster Danantara

BPI Danantara bertindak cepat merumuskan strategi penyehatan portofolio bisnis konstruksi negara. Skema restrukturisasi difokuskan lewat konsolidasi BUMN Karya ke dalam tiga klaster bisnis.

Tiga klaster tersebut meliputi infrastruktur, konstruksi bangunan atau building construction, serta rekayasa-pengadaan-konstruksi alias EPC. Pengelompokan ini memetakan kembali fokus garapan tiap perseroan.

Danantara menargetkan restrukturisasi tuntas akhir 2026. Pelepasan kepemilikan aset jalan tol menjadi konsekuensi langsung guna menyehatkan arus kas para kontraktor negara.

Kriteria Ketat Akuisisi Tol Jasa Marga

Peluang pelepasan aset tol BUMN Karya membuka celah bagi pemain jalan tol lain. Emiten bersandi JSMR menyatakan keterbukaan menampung ruas-ruas tol milik rekan BUMN tersebut.

Namun, perseroan memasang pagar kehati-hatian. JSMR menetapkan skema investasi dengan porsi kepemilikan minoritas pada ruas jalan tol baru yang dilepas BUMN Karya.

Perseroan memprioritaskan aset yang terkoneksi langsung dengan jaringan tol eksisting miliknya. Langkah ekspansi ini difokuskan secara geografis di Pulau Jawa, sembari mengunci ruas yang terbukti prospektif dan menguntungkan.

Faktor Studi Kelayakan Finansial

Penyaringan ketat dilakukan demi membentengi daya tahan kas internal perseroan. Studi kelayakan menjadi acuan mutlak sebelum aksi korporasi diputuskan di meja direksi.

JSMR berhitung cermat. Akuisisi aset bermasalah tanpa kalkulasi matang bisa berdampak langsung pada kestabilan kemampuan finansial perusahaan.

Divestasi aset tol BUMN Karya pada akhirnya menyediakan ruang konsolidasi antar-BUMN. Jalan tol strategis yang digarap Waskita hingga PTPP kini menanti pemilik baru demi menjaga konektivitas nasional tetap bernapas lega.

Poin Penting

Yang berminat akuisisiPT Jasa Marga Tbk (JSMR)
TargetRuas tol milik BUMN Karya (a.l. Waskita Karya, Wijaya Karya, Hutama Karya, PTPP)
Fokus geografisPulau Jawa
SkemaInvestasi porsi minoritas di ruas tol baru/existing yang terkoneksi jaringan JSMR
Restrukturisasi BUMN Karya3 klaster: infrastruktur, konstruksi bangunan, EPC — target rampung akhir 2026

Dony Oskaria, COO BPI Danantara/Kepala BP BUMN: “Utangnya besar-besar, masalahnya ini tidak hanya di level holding, tetapi dia punya anak-anak perusahaan juga bermasalah.”

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks