BERASTAGI — Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, SP., menegaskan bahwa para lulusan teologi memiliki peran penting dalam membangun mental dan spiritual masyarakat Kabupaten Karo. Pesan tersebut ia sampaikan saat mewakili Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., dalam acara wisuda yang berlangsung di Hotel Mikie Holiday, Berastagi, Jumat (28/08/2026).
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Karo, saya mengucapkan selamat kepada seluruh Wisudawan dan Wisudawati. Jadilah agen perubahan yang membawa kedamaian, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta turut membangun mental, spiritual, dan karakter masyarakat. Jadilah terang dan garam di mana pun saudara ditempatkan,” ujar Komando Tarigan dalam sambutannya.
Harapan Pemkab Karo untuk Para Teolog Muda
Pemerintah Kabupaten Karo memandang para lulusan STT Pantekosta bukan sekadar lulusan akademik, melainkan calon pemimpin komunitas yang akan bersentuhan langsung dengan persoalan sosial keagamaan di lapangan. Keberadaan mereka di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi perekat sosial dan pembimbing generasi muda menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman.
Momentum wisuda ini juga menjadi penegasan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi teologi merupakan bagian dari upaya menjaga harmoni sosial di Tanah Karo yang dikenal majemuk.
Ratusan Wisudawan dari Seluruh Sumatera Utara
Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan STT Pantekosta Sumut–Aceh, di antaranya Ketua STT Dr. Osman Nainggolan, M.Si., Ketua Panitia Dr. Gomos Nainggolan, M.Th., serta Ketua Yayasan Offiler Hikmat Dari Atas, Yosua Sinukaban, S.Th. Turut hadir pula Founder STT Pantekosta Sumut–Aceh, Zipora Surbakti, S.Th., dan jajaran pengurus wilayah se-Sumatera Utara.
Kehadiran Ketua MD Sumut–Aceh, Pdt. Dr. Hc. Samuel Ghozali beserta jajaran dalam sidang terbuka tersebut menunjukkan bahwa wisuda kali ini menjadi ajang konsolidasi bagi gereja Pantekosta di kawasan Sumatera Utara dan Aceh.
STT Pantekosta Cetak Pemimpin yang Siap Berkhidmat
Prosesi wisuda di Berastagi ini menjadi penanda lahirnya sumber daya manusia baru di bidang teologi yang siap mengabdi. Wakil Bupati Karo berharap ilmu yang diperoleh para wisudawan selama menempuh pendidikan tidak berhenti di ruang kuliah, tetapi diaplikasikan dalam kehidupan nyata di tengah masyarakat.
“Kami ingin lulusan STT Pantekosta tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan mampu membawa nilai-nilai kedamaian di mana pun mereka melayani,” kata Komando Tarigan menambahkan.
Dengan terselenggaranya wisuda ini, Pemkab Karo optimistis lahir generasi baru yang tidak hanya siap melayani jemaat, tetapi juga turut berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya dalam penguatan karakter dan moral generasi muda di Kabupaten Karo dan sekitarnya.