Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan lembaga pendidikan harus memberikan ruang maksimal bagi pengembangan bakat dan minat siswa agar lulusan memiliki keahlian spesifik dan mampu bersaing di dunia kerja yang dinamis. Ia juga menekankan penguatan akhlak dan spiritual sebagai fondasi bagi generasi unggul di Jawa Timur.
MALANG — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong lembaga pendidikan di wilayahnya untuk tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga memberikan ruang pengembangan bakat dan minat secara maksimal. Menurutnya, langkah ini menjadi kunci melahirkan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja yang semakin dinamis.
Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah dalam keterangan resmi yang diterima di Kota Malang, Sabtu. Ia menilai dunia kerja saat ini menuntut setiap lulusan memiliki keahlian spesifik sesuai bidangnya masing-masing.
Keahlian Spesifik Jadi Kunci di Dunia Kerja
Khofifah menjelaskan bahwa dinamika dunia kerja modern menuntut hadirnya pemimpin-pemimpin sektor yang benar-benar kompeten di bidangnya. Ia menekankan pentingnya memiliki keterampilan, spesifikasi, dan konsentrasi yang jelas.
"Sehingga yang hadir memimpin sektor-sektor tertentu itu memang mereka yang memiliki skil, spesifikasi, konsentrasi, memiliki passion di sektor yang memang membutuhkan spesifikasi itu," kata Khofifah.
Akhlak dan Spiritual Jadi Fondasi Generasi Unggul
Selain kompetensi teknis, Gubernur Khofifah menyebut penguatan akhlak dan spiritual peserta didik juga menjadi prioritas. Hal ini dinilai penting untuk membentuk karakter pemimpin masa depan yang berintegritas.
"Ilmu, prestasi, dan kepemimpinan harus selalu berpijak pada akhlak yang baik," ucap dia.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengembangkan pendidikan ketarunaan dengan karakteristik khas masing-masing, di samping sekolah umum. Langkah ini diambil karena persiapan lulusan berdaya saing membutuhkan pembentukan karakter, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan.
Pemprov Jatim Perkuat Pendidikan Ketarunaan
Pemprov Jawa Timur telah membentuk SMA Negeri Taruna Nala di Malang yang berkolaborasi dengan TNI Angkatan Laut, serta Taruna Madani di Pasuruan dengan pembinaan dari TNI Angkatan Darat. Kedua sekolah ini dirancang untuk mencetak lulusan dengan disiplin tinggi.
Khofifah berpesan kepada para peserta didik di sekolah umum maupun sekolah ketarunaan agar belajar dengan sungguh-sungguh dan menghormati guru, pelatih, pengasuh, serta orang tua. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan tidak berhenti mengembangkan potensi diri.
"Belajar dengan sungguh-sungguh, hormati guru, pelatih, pengasuh, dan orang tua. Bangun disiplin, jaga integritas, dan jangan pernah berhenti mengembangkan potensi diri," tuturnya.
Kondisi Ekonomi Keluarga Bukan Penghalang
Gubernur Khofifah juga menegaskan bahwa kondisi ekonomi keluarga tidak seharusnya menjadi penghalang bagi peserta didik untuk meraih cita-cita. Justru kondisi tersebut harus dijadikan pelecut semangat dalam menjalani kewajiban belajar.
Ia menambahkan, sekolah merupakan sebuah ekosistem yang harus berjalan bersama untuk menghadirkan pendidikan terbaik bagi generasi penerus bangsa.
"Sekolah adalah sebuah ekosistem. Semua harus berjalan bersama untuk menghadirkan pendidikan yang terbaik," kata dia.