Pencarian

Manfaat Bermain untuk Kecerdasan Anak Menurut Psikolog

Sabtu, 10 Oktober 2026 • 09:01:02 WIB
Manfaat Bermain untuk Kecerdasan Anak Menurut Psikolog
Psikolog klinis Cania Mutia menegaskan bermain berperan penting dalam perkembangan kecerdasan anak.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Psikolog klinis Cania Mutia menegaskan bermain bukan sekadar pengisi waktu luang, melainkan kunci perkembangan kecerdasan anak. Lewat permainan terarah, anak belajar komunikasi, strategi, dan eksplorasi mandiri. Berikut panduan lengkap untuk ibu agar momen bermain si kecil jadi lebih bermakna.

Bermain punya peran besar dalam tumbuh kembang anak. Psikolog klinis Cania Mutia menyampaikan hal ini dalam talkshow Morinaga Door Of Future 'Dunia Generasi Platinum Advance Intelligence Lab' di Pakuwon Mall Yogyakarta. Menurutnya, di balik permainan, anak belajar berkomunikasi, bersosialisasi, hingga menyusun strategi.

Mengapa Bermain Penting untuk Kecerdasan Anak

Cania menegaskan bermain bukan aktivitas tanpa makna. Justru dari sanalah anak mengasah kemampuan berpikirnya.

"Karena ternyata bermain itu satu hal yang sangat penting. Bermain adalah salah satu konteks penting bagi perkembangan. Karena ternyata dari bermain yang terarah anak juga bisa jadi cerdas," kata Cania, Jumat (9/10/2026).

Artinya, orang tua tak perlu memaksa anak terus duduk belajar. Aktivitas bermain yang terarah sudah jadi sarana belajar yang efektif.

Petak Umpet pun Bisa Melatih Strategi

Contoh sederhana datang dari permainan petak umpet. Sekilas hanya aktivitas seru bersama teman, tapi anak sebenarnya belajar menyusun strategi.

"Kita sih bilangnya cuma petak umpet ya gitu. Tapi padahal di situ mereka belajar strategi. Biasanya sembunyinya di mana. Nah, ternyata bermain tuh anak belajar banyak banget gitu," ucapnya.

Saat memilih tempat persembunyian agar tak ditemukan, anak berlatih mengambil keputusan dan membaca situasi. Kemampuan ini berguna jauh melampaui masa kecilnya.

Interaksi dengan Teman Sebaya Perkaya Bahasa Anak

Bermain bersama teman sebaya membuka kesempatan belajar komunikasi dan sosialisasi. Anak juga menyerap kosakata baru dari lingkungannya.

"Di situ mereka belajar komunikasi, belajar bersosialisasi, bahkan juga mungkin belajar bahasa dari kata-kata yang didapatnya dari anak tetangga," ungkap Cania.

Karena itu, memberi anak ruang bergaul dengan teman di sekitar rumah tetap penting. Bukan hanya soal bersenang-senang, tapi juga memperkaya kemampuan berbahasanya.

Peran Orang Tua: Sediakan Lingkungan, Jangan Terlalu Ikut Campur

Orang tua bertanggung jawab menyediakan lingkungan yang aman dan mendukung. Namun, anak juga perlu kebebasan untuk belajar mandiri.

"Sebagai orang tua kita punya tanggung jawab untuk memilihkan lingkungannya apa nih yang membantu anak gitu. Tapi bisa didapatkan dengan bermain yang terarah. Asalkan orang tuanya jangan terlalu mengintervensi. Kita juga harus memberikan kebebasan anak untuk belajar," terangnya.

Terlalu banyak mengatur justru bisa menghambat anak menemukan caranya sendiri. Cukup awasi dari jauh, lalu biarkan ia mencoba.

Belajar Tak Harus Duduk Diam di Kursi

Cania menilai pembelajaran tidak selalu identik dengan duduk manis di kursi. Anak bisa mengembangkan kemampuan lewat permainan yang terarah.

"Jadi memang pembelajaran itu bisa didapatkan tidak hanya dengan duduk diam di kursi. Tapi bisa didapatkan dengan bermain yang terarah. Asalkan orang tuanya jangan terlalu mengintervensi," jelas Cania.

Selama anak diberi kebebasan mencoba dan menemukan caranya sendiri, proses bermain jadi bagian dari upaya mendukung kecerdasannya.

Beri Anak Ruang Eksplorasi

Cania menambahkan, anak perlu kesempatan mengeksplorasi lingkungan dan menemukan pengalaman baru. Dengan begitu, bermain bukan cuma menyenangkan, tapi juga mendukung perkembangan kecerdasannya.

"Jadi kita juga harus memberikan kebebasan anak untuk belajar. Sebagai orang tua kita punya tanggung jawab untuk memilihkan lingkungannya apa nih yang membantu anak," pungkasnya.

Jadi, mulailah melihat waktu bermain si kecil sebagai investasi tumbuh kembang. Sediakan lingkungan aman, beri kebebasan bereksplorasi, dan tahan diri untuk tidak terlalu banyak mengatur.

Sumber: health.detik.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks