Pencarian

Kemenhub Buka Tiga Bandara Usai Erupsi Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 • 20:28:31 WIB
Kemenhub Buka Tiga Bandara Usai Erupsi Gunung Anak Krakatau
Petugas memeriksa kondisi landasan pacu Bandara Soekarno-Hatta setelah dinyatakan steril dari abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Penutupan operasional di Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Radin Inten II resmi berakhir setelah uji abu vulkanik menunjukkan hasil nihil. Erupsi Gunung Anak Krakatau sempat membatalkan belasan penerbangan internasional dan mengganggu rute domestik pada Minggu, 6 September 2026. Otoritas penerbangan kini memastikan lalu lintas udara kembali normal di enam provinsi terdampak.

Rute domestik menuju Lampung, Denpasar, dan Surabaya turut mengalami gangguan operasional. Bandara Soekarno-Hatta serta Bandara Halim Perdanakusuma sempat ditutup hingga pukul 09.30 WIB, disusul Bandara Radin Inten II Lampung yang ditutup hingga pukul 10.00 WIB.

Layanan penerbangan kembali dibuka setelah pengelola memastikan landasan pacu steril. Hasil paper test sebaran abu vulkanik di area ketiga bandara menunjukkan indikator negatif.

Sebaran Abu Membentang di Enam Provinsi

Analisis BMKG bersama PVMBG dan VAAC Darwin pada pukul 04.00 WIB mendeteksi dua klaster debu vulkanik melalui citra satelit Himawari-9. Klaster pertama melayang dari permukaan hingga ketinggian 20.000 kaki ke arah Timur Laut-Selatan, melintasi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Klaster kedua terdeteksi membubung hingga ketinggian 50.000 kaki. Gumpalan abu ini bergerak menjangkau wilayah Lampung, Banten, Bengkulu, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Selat Sunda bagian selatan, hingga Samudra Hindia.

Badan Geologi melaporkan letusan pada hari itu terjadi dua kali berturut-turut. Petugas pengamat gunung api Rioboniek Situmorang mencatat letusan pertama berlangsung pukul 03.53 WIB dengan amplitudo maksimum 46 mm selama 30 detik.

Erupsi kedua menyusul pada pukul 07.10 WIB dengan amplitudo maksimum 50 mm berdurasi 16 detik. Tinggi kolom abu pada kedua peristiwa tersebut tidak teramati secara visual karena erupsi masih berlangsung saat laporan disusun.

Aktivitas Vulkanik Paling Intens Sepanjang 2026

Rentetan letusan pada akhir pekan tersebut menjadi aktivitas paling intens Gunung Anak Krakatau sepanjang tahun 2026. Lonjakan getaran seismik tercatat mulai meningkat sejak Jumat malam, 4 September 2026.

Status gunung api di Selat Sunda ini bertahan pada Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2026. Sejak penetapan status tersebut, instrumen pemantau telah mencatat lebih dari 240 kali kejadian letusan.

Badan Geologi menegaskan risiko tsunami dari rangkaian erupsi ini sangat kecil hingga nyaris nihil. Kendati demikian, rekomendasi batas aman tetap diberlakukan ketat demi keselamatan publik.

PVMBG melarang keras masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki mendekati kawah aktif dalam radius 3 kilometer. Warga di kawasan terdampak abu diimbau membatasi aktivitas luar ruangan serta mengenakan masker sesuai arahan BNPB, BPBD, BMKG, dan PVMBG.

PVMBG menulis dalam laporan resminya: "Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif."

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks