Pencarian

Harga Emas Terkoreksi 3,22% ke USD4.454 dalam Sepekan, Data Tenaga Kerja AS Kini Jadi Penentu

Senin, 31 Agustus 2026 • 08:22:31 WIB
Harga Emas Terkoreksi 3,22% ke USD4.454 dalam Sepekan, Data Tenaga Kerja AS Kini Jadi Penentu
Harga emas terkoreksi 3,22% ke USD4.454 per troy ons dalam sepekan, dipicu pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Pelemahan emas pekan lalu terjadi setelah Ketua Federal Reserve Kevin Warsh memberi sinyal bahwa bank sentral AS belum selesai memastikan inflasi kembali ke target 2 persen. Pernyataan tersebut memicu spekulasi bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama, sehingga menekan daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Koreksi 3,22% dalam Sepekan, Ini Pemicu Utama Tekanan Jual

Penurunan ini menandai koreksi mingguan terbesar emas dalam beberapa bulan terakhir. Sepanjang pekan sebelumnya, harga emas spot sempat menunjukkan momentum penguatan, tetapi berbalik arah setelah pernyataan bernada hawkish dari pimpinan bank sentral AS.

Analis menilai pasar mulai menyesuaikan ekspektasi terhadap kemungkinan The Fed mempertahankan suku bunga lebih lama. Hal ini mendorong penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS, dua faktor yang biasanya menjadi tekanan utama bagi emas.

Sinyal 'Pekerjaan Rumah' The Fed Pukul Sentimen Emas

Kevin Warsh secara eksplisit menyatakan bahwa The Fed masih memiliki pekerjaan untuk memastikan inflasi benar-benar turun dan stabil di level target. Pernyataan itu langsung direspons pelaku pasar dengan melepas posisi emas yang sempat diburu saat ketidakpastian ekonomi meningkat.

Padahal, pada Selasa pekan lalu, emas sempat menyentuh level tertinggi lebih dari tiga bulan di USD4.696,18 per troy ons. Reli tersebut didorong oleh aksi beli aset safe haven di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Data Nonfarm Payrolls Jadi Katalis Pergerakan Berikutnya

Pekan ini, data tenaga kerja AS akan menjadi penentu utama arah pergerakan emas. Jika data menunjukkan pasar tenaga kerja masih kuat, tekanan terhadap emas berpotensi berlanjut karena pasar akan memperkirakan The Fed tetap agresif. Sebaliknya, data yang lebih lemah dari perkiraan bisa memicu rebound harga emas.

Menariknya, sebagian besar analis Wall Street masih melihat peluang emas untuk kembali menguat. Mereka berpendapat bahwa koreksi saat ini hanyalah fase konsolidasi di tengah ketidakpastian ekonomi yang masih tinggi.

Peluang Rebound dan Level yang Perlu Dicermati Investor

Para pelaku pasar kini mencermati level support psikologis di kisaran USD4.400 per troy ons. Jika level tersebut bertahan, emas berpeluang membangun basis untuk menguji kembali area tertingginya.

Namun, investor tetap diminta waspada terhadap volatilitas jangka pendek. Pergerakan harga emas pekan ini akan sangat bergantung pada data tenaga kerja AS yang dijadwalkan rilis, serta arah kebijakan suku bunga The Fed selanjutnya.

Investasi mengandung risiko.

Sumber: idxchannel.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks