Pencarian

Pemkab Gresik Siapkan 450 Tangki Air Bersih untuk 62 Desa, Warga Diminta Lapor via 112 dan Lapor Gus

Kamis, 27 Agustus 2026 • 13:01:31 WIB
Pemkab Gresik Siapkan 450 Tangki Air Bersih untuk 62 Desa, Warga Diminta Lapor via 112 dan Lapor Gus
Pemkab Gresik menyiapkan 450 tangki air bersih untuk 62 desa di 11 kecamatan yang berpotensi kekeringan.

GRESIKBPBD Gresik memetakan 62 desa di 11 kecamatan yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih, mencakup 136 dusun. Menghadapi musim kemarau tahun ini, Pemkab Gresik menyiapkan tambahan anggaran Rp100 juta melalui perubahan anggaran untuk memperkuat operasional distribusi.

Total dukungan armada yang disiapkan mencapai sekitar 450 tangki. Jumlah itu bertambah dari alokasi awal yang sekitar 250 tangki, setelah pemerintah daerah memutuskan menambah sekitar 200 tangki lagi.

Enam Desa di Balongpanggang Masuk Zona Rawan

Kecamatan Balongpanggang menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam pemetaan BPBD. Enam desa di kecamatan itu berpotensi kekurangan air, yakni Ganggang, Ngasin, Dapet, Tenggor, Dohoagung, dan Tanahlandean.

Di Desa Tenggor, permintaan bantuan air bersih diajukan untuk 720 kepala keluarga atau 465 rumah. Sebagai respons awal, Pemkab Gresik menyalurkan 20 ribu liter air menggunakan empat tangki, masing-masing berkapasitas 5.000 liter.

Bupati: Laporan Warga Kunci Pemetaan Lapangan

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan informasi dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan bantuan sampai ke titik yang benar. Ia meminta warga aktif melapor jika mengalami gangguan air bersih, baik karena kekeringan maupun masalah distribusi perpipaan.

"Kami butuh informasi dari masyarakat Gresik, kecamatan atau desa mana yang membutuhkan air bersih. Bisa melalui 112, Lapor Gus di 0812-3225-4001, atau melalui pemerintah desa. Kepala desa bisa berkoordinasi dengan kecamatan untuk melaporkan kebutuhan air bersih di wilayahnya," ujar Yani saat berada di Desa Tenggor, Kecamatan Balongpanggang, Rabu (26/8/2026).

Yani menambahkan, persoalan air bersih tidak selalu disebabkan kekeringan. Gangguan distribusi air perpipaan juga bisa membuat warga kesulitan mendapatkan air, sehingga laporan dari tingkat desa dan dusun menjadi dasar penentuan penanganan.

Kolaborasi Armada dan Normalisasi Waduk

Untuk memperkuat distribusi, Pemkab Gresik berencana menggandeng Baznas dan PMI Gresik. BPBD memiliki lima truk tangki, sementara PMI Gresik disebut memiliki anggaran dan infrastruktur truk operasional yang bisa dikolaborasikan.

"Insyaallah tahun ini kita lebih siap, termasuk secara anggaran. Armada juga nanti bisa kita kolaborasikan. BPBD punya lima truk tangki, PMI Gresik juga punya anggaran dan infrastruktur truk operasional. Insyaallah dalam waktu dekat kita akan berkolaborasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menghadapi kemarau panjang ini," kata Yani.

Kepala BPBD Gresik Sukardi menyebutkan lima armada tangki yang disiapkan memiliki kapasitas masing-masing 5.000 liter. Sebelum bantuan dikirim ke Tenggor, BPBD telah mendistribusikan air bersih ke lima desa, yakni Randuboto dan Srowo di Kecamatan Sidayu, serta Kemangi, Gumeng, dan Pegundan di Kecamatan Bungah.

Di luar penanganan darurat, Pemkab Gresik menyiapkan langkah jangka panjang dengan menormalisasi waduk dan saluran air. Sebanyak 12 alat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik dikerahkan untuk mengerjakan sejumlah titik, termasuk anak Sungai Kali Lamong dan beberapa waduk.

Sumber: javasatu.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks