LIPUTANHARIAN.CO.ID — Keputusan Enzo Maresca untuk melakukan eksperimen taktis di laga perdananya sebagai manajer Manchester City di Premier League sempat dipertanyakan banyak pihak. Alih-alih tampil aman, pelatih asal Italia itu justru mengejutkan publik dengan menempatkan bek tengah Marc Guehi di posisi gelandang bertahan.
Hasilnya, City yang sempat tertinggal dan terancam menelan kekalahan kedua beruntun setelah dibantai Arsenal 3-0 di Community Shield pekan lalu, berhasil membalikkan keadaan. Dua gol di menit akhir memastikan tiga poin pertama mereka musim ini.
Gol Penyelamat di Menit 84
Bournemouth sempat membuat tuan rumah ketar-ketir dan unggul lebih dulu. Namun, saat laga memasuki menit ke-84, Guehi yang menjadi sorotan karena dimainkan di luar posisinya, muncul dengan sundulan keras memanfaatkan sepak pojok. Gol tersebut menjadi titik balik sebelum Josko Gvardiol memastikan kemenangan lewat penyelesaian dingin di masa injury time.
Guehi, yang sebelumnya dikenal sebagai kapten Crystal Palace, tampil impresif di posisi barunya. Ia memenangi seluruh duel dan tekel yang dilakukannya, plus mencatat akurasi umpan mencapai 94,9 persen dari 59 percobaan. "Itu hanya ide dari manajer, kami sudah melatihnya selama seminggu. Saya senang hari ini berhasil," ujar Guehi kepada Sky Sports.
Alasan Maresca Berani Ambil Risiko
Maresca mengaku sudah lama membayangkan Guehi bisa menjadi solusi di lini tengah, meski pemainnya sendiri mengaku jarang bermain di posisi tersebut. "Saya mengenalnya sejak di Crystal Palace dan selalu berpikir dia bisa bermain sebagai gelandang karena kualitasnya. Kami mencobanya beberapa hari dan dia tampil baik," kata Maresca kepada BBC Match of the Day.
Keputusan ini juga tak lepas dari situasi skuad City yang tengah transisi. Gelandang bintang Rodri telah hengkang ke Barcelona, sementara Tijjani Reijnders pergi ke Arab Saudi. Untuk mengisi kekosongan tersebut, City dikabarkan telah menyepakati biaya transfer sebesar 86 juta poundsterling untuk mendatangkan gelandang muda Lille, Ayyoub Bouaddi, hanya 50 menit sebelum kick-off.
Anderson dan Masa Depan Lini Tengah City
Selain Guehi, rekrutan anyar Elliot Anderson juga menjalani debut Premier League-nya dengan bermain selama satu jam. Pemain berusia 18 tahun itu menunjukkan pergerakan tanpa bola yang impresif dan kerap memutus aliran serangan lawan. Mantan kiper City, Joe Hart, menilai eksperimen Maresca ini hanya solusi jangka pendek.
"City sedang dalam masa perubahan total, tapi mereka tetap dituntut menang. Dengan kedatangan Bouaddi, duet Anderson dan Guehi di lini tengah tampaknya bukan solusi permanen," ujar Hart. Maresca sendiri mengaku belum berbicara dengan petinggi klub soal transfer Bouaddi, namun eksperimen Guehi di lini tengah bisa menjadi solusi jangka panjang yang menarik untuk terus dipantau.