Pencarian

Era Post-Pep Dimulai: Enam Tim Kalah Meski Kuasai Bola di Pekan Perdana Premier League

Selasa, 25 Agustus 2026 • 04:05:01 WIB
Era Post-Pep Dimulai: Enam Tim Kalah Meski Kuasai Bola di Pekan Perdana Premier League
Liverpool harus puas berbagi angka dengan lawannya di pekan pembuka Premier League meski mendominasi penguasaan bola hingga 60 persen.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Momen kepergian Pep Guardiola dari Manchester City ternyata meninggalkan dampak yang lebih dalam dari sekadar kosongnya kursi pelatih. Akhir pekan lalu, sembilan pertandingan pembuka Premier League menjadi saksi bisu sebuah pergeseran taktik: penguasaan bola tidak lagi menjamin kemenangan. Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar tentang arah permainan klub-klub papan atas Inggris.

Kutukan Penguasaan Bola di Pekan Pembuka

Data dari pertandingan Jumat hingga Minggu menunjukkan pola yang kontras dengan satu dekade terakhir. Liverpool harus puas berbagi angka meski mendominasi dengan 60 persen penguasaan bola dan melepaskan 27 tembakan. Manchester United dipermalukan Hull City di kandang sendiri dengan 71 persen ball possession, sementara Tottenham menelan kekalahan telak 0-3 dari lawannya.

Kekalahan serupa juga dialami Nottingham Forest, Sunderland, dan Crystal Palace. Ketiganya kalah meski mencatatkan penguasaan bola di atas 56 persen. Pola ini berbanding terbalik dengan statistik rata-rata kemenangan tim penguasa bola di era Guardiola, yang sempat menyentuh angka 28 persen pada musim 2021/2022.

Manchester City dan Pengecualian di Tengah Kekacauan

Menariknya, Manchester City justru menjadi salah satu dari tiga tim yang memenangkan pertandingan dengan penguasaan bola tinggi. Namun, kemenangan 66 persen possession atas Bournemouth tidak berjalan mudah—City menghabiskan 84 menit dalam situasi tertekan. Brighton juga menang meyakinkan dengan 73 persen penguasaan bola, sementara Arsenal mendominasi penuh atas Coventry yang tampak ketakutan.

Fenomena ini menandai perubahan ritme yang lebih luas. Pertandingan kini diwarnai pergantian pemain masif di 40 menit akhir, menciptakan dua babak yang terpisah secara taktis. Yang lebih mencolok adalah serangan balik terstruktur—seperti gol Anthony Elanga untuk Newcastle yang tercipta hanya dalam 12 detik dengan dua operan dan lari 70 meter dalam satu garis lurus.

Warisan Taktik yang Mulai Ditinggalkan

Filosofi Guardiola yang terkenal dengan keinginannya memiliki 100 persen penguasaan bola—seperti saat menghancurkan Arsenal 5-1 di Munich—kini mulai ditinggalkan. Statistik menunjukkan tim dengan penguasaan bola lebih sedikit kini lebih percaya diri menyerang dengan transisi cepat.

Pergeseran ini terjadi di tengah hiruk-pikuk dokumenter Amazon Prime tentang Guardiola yang justru dirilis bertepatan dengan musim barunya. Meski sang pelatih telah pergi, pengaruhnya masih terasa—namun kini sebagai hantu yang mulai ditinggalkan para pengikutnya. Pekan depan akan menjadi ujian apakah tren ini bertahan atau hanya kebetulan semata.

Sumber: theguardian.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks