Pencarian

Bournemouth Kalahkan Manchester City 1-0 di Babak Pertama, Tavernier Jadi Mimpi Buruk Tuan Rumah

Minggu, 23 Agustus 2026 • 21:01:01 WIB
Bournemouth Kalahkan Manchester City 1-0 di Babak Pertama, Tavernier Jadi Mimpi Buruk Tuan Rumah
Bournemouth memimpin 1-0 atas Manchester City di babak pertama melalui gol Marcus Tavernier di Etihad Stadium.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Pertandingan di Etihad Stadium ini menjadi ujian perdana bagi pelatih anyar Bournemouth, Marco Rose, yang resmi ditunjuk pada Mei lalu menggantikan Andoni Iraola. Dan sang juru taktik Jerman itu langsung menuai hasil positif, setidaknya di 45 menit pertama, berkat gol Tavernier yang memanfaatkan umpan Evanilson.

Kelengahan Fatal Lini Belakang City

Gol semata wayang Bournemouth berawal dari serangan balik cepat. Evanilson diberi kebebasan luar biasa di sisi kanan, dan umpan silangnya diselesaikan Tavernier dengan sepakan terukur yang menaklukkan kiper Donnarumma. Para pemain belakang City terlihat mati langkah dan hanya menyaksikan bola masuk ke gawang.

Bournemouth nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-28. Semenyo jatuh di kotak penalti setelah bersentuhan dengan Smith, namun wasit memutuskan tidak memberikan hadiah penalti, keputusan yang memicu protes keras dari pendukung tuan rumah.

Haaland Boros, Peluang Emas Hilang

Manchester City sebenarnya punya banyak peluang. Pada menit ke-13, O'Reilly memberikan umpan silang matang kepada Haaland, namun striker Norwegia itu gagal mengontrol bola dengan baik dan justru memberikannya langsung ke kiper Petrovi?. Padahal, peluang tersebut tercipta setelah O'Reilly melewati dua pemain bertahan Bournemouth.

Empat menit kemudian, Foden nyaris membuka skor. Ia melakukan flick cerdas untuk Lewis, namun sepakan full-back tersebut masih bisa diblok Petrovi?. Sementara sundulan Haaland pada menit ke-39 juga masih bisa diamankan kiper asal Serbia itu.

Perombakan Skuad Besar-besaran Enzo Maresca

Kekalahan sementara ini menjadi sorotan atas keputusan berani Enzo Maresca di bursa transfer musim dingin. Pelatih asal Italia itu melepas sejumlah pemain bintang seperti Rodri, De Bruyne, Silva, Stones, dan Ake, serta hanya mendatangkan Anderson dan Ayyoub Bouaddi.

Keputusan ini mendapat kritik dari pengamat. Ewen Atkinson, yang mengirim pesan ke ruang redaksi, mempertanyakan apakah Maresca terlalu berani memangkas kedalaman skuad. "Enzo Maresca adalah murid Pep Guardiola, tapi apakah dia mengambil prinsip skuad kecil terlalu jauh? Atau apakah kepergian Guardiola membuat pemain bintang enggan bergabung?" tanyanya.

Komentar Fans: Soal Potongan Rambut Haaland

Di tengah tensi pertandingan, para penggemar justru ramai membicarakan penampilan baru Haaland yang memotong rambut panjangnya. Hasan, salah satu penonton, melontarkan sindiran: "Saya tidak ingin langsung ke narasi Samson/Delilah, tapi pertanyaannya harus diajukan - akankah Haaland mencetak gol jika rambutnya belum dipotong?"

Mary menambahkan, "Zlatan pernah memperingatkan Haaland untuk tidak memotong rambutnya karena efek Samson. Tapi Haaland, sebagai orang Norwegia yang rasional, tetap memotongnya." Sementara Tom menyebut aksi tersebut sebagai bentuk troll bagi penggemar Manchester United yang berpuasa potong rambut sampai timnya menang lima kali beruntun.

Babak kedua akan menjadi penentu apakah Bournemouth mampu mempertahankan keunggulan atau City bangkit dan memperbaiki posisi mereka di klasemen Premier League musim ini.

Sumber: theguardian.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks