Pencarian

Bendera PSIS di Kamerun: WNI dan Eks Bintang Liga Indonesia Rayakan HUT RI ke-81 di KBRI Yaoundé

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 18:11:02 WIB
Bendera PSIS di Kamerun: WNI dan Eks Bintang Liga Indonesia Rayakan HUT RI ke-81 di KBRI Yaoundé
Simon Atangana, mantan pemain PSIS Semarang, menunjukkan bendera Merah Putih pemberian klubnya saat perayaan HUT RI ke-81 di KBRI Yaoundé.

JAWA TIMUR — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di KBRI Yaoundé berlangsung berbeda dari biasanya. Selain dihadiri WNI yang menetap di Kamerun, acara yang digelar bersamaan dengan peringatan Hari ASEAN ke-59 itu turut diramaikan oleh Simon Atangana, mantan pemain PSIS Semarang yang masih menyimpan erat bendera Merah Putih pemberian klub kebanggaannya itu.

Bendera tersebut ia dapatkan saat PSIS Semarang menjuarai Liga Indonesia musim 1998-1999. Kehadirannya menjadi pengingat bahwa ikatan emosional dengan Indonesia tidak hanya dirasakan oleh warga negara, tetapi juga oleh mereka yang pernah berkarier di Tanah Air.

Semarak Lomba dan Kehangatan Komunitas di KBRI

Rangkaian acara diawali upacara bendera yang berlangsung khidmat. Setelahnya, suasana berubah meriah dengan perlombaan khas 17-an seperti makan kerupuk, menggiring bola dengan terong, dan memindahkan air. Antusiasme terlihat dari para peserta yang tak hanya berasal dari WNI, tetapi juga warga lokal dan komunitas ASEAN di Yaoundé.

Bagi Morissa, WNI asal Ujung Pandang yang telah menetap di Kamerun sejak 2001, perayaan ini selalu punya tempat spesial di hatinya. "Meskipun jauh dari Tanah Air, aku bisa merasakan kembali kehangatan khas Indonesia melalui momen-momen seperti ini. Dan yang paling penting, bertemu lagi dengan kuliner Indonesia," ujarnya kepada KBRI Yaoundé.

Diplomasi Kuliner dan Harapan Penguatan Hubungan

Menjelang puncak acara, KBRI Yaoundé juga menggelar Safari Kuliner Indonesia di Kampung Tsinga. Dalam kegiatan tersebut, diperkenalkan cara pembuatan bakwan, pisang goreng, hingga singkong goreng kepada masyarakat setempat. Sambutan hangat datang dari para ibu dan anak-anak Kamerun yang antusias mengikuti demonstrasi memasak.

Yasmin Aliou, pejabat Kementerian Luar Negeri Kamerun yang turut hadir, menyampaikan harapannya agar hubungan antarmasyarakat kedua negara terus meningkat. Sementara itu, Joice, warga Filipina yang tergabung dalam komunitas ASEAN, mengapresiasi peran KBRI Yaoundé sebagai "rumah" bagi komunitas ASEAN di Kamerun.

Simbol Kebersamaan di Akhir Acara

Perayaan ditutup dengan ramah tamah dan santap kuliner Indonesia. Nasi tumpeng menjadi hidangan utama yang disajikan, dengan bentuk kerucutnya yang dimaknai sebagai simbol hubungan erat dan harmonis. Keberagaman lauk di sekelilingnya merepresentasikan semangat gotong royong dan persatuan dalam keberagaman, sebuah pesan yang relevan baik bagi Indonesia maupun kawasan ASEAN.

Sumber: voi.id

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks