LIPUTANHARIAN.CO.ID — Keunggulan agregat 4-0 yang sudah digenggam Celtic sebelum bertandang ke Austria ternyata tidak berarti apa-apa. LASK tampil agresif sejak menit awal dan berhasil membalikkan keadaan secara dramatis di hadapan pendukungnya sendiri, membuat Celtic harus angkat koper lebih cepat dari turnamen.
Keunggulan 4-0 Luntur dalam Satu Laga
Ini bukan sekadar kekalahan biasa. Celtic datang dengan modal kemenangan telak di leg pertama, namun pertahanan mereka justru jebol lima kali di laga penentu. LASK tampil tanpa beban dan bermain dengan intensitas tinggi sejak peluit pertama dibunyikan.
Tim asuhan Brendan Rodgers itu tidak pernah bisa keluar dari tekanan. Setiap serangan balik LASK terlihat berbahaya, sementara lini belakang Celtic kesulitan membaca pergerakan para penyerang tuan rumah. Hasilnya, mimpi buruk itu menjadi kenyataan saat laga usai.
Kegagalan Kedua Secara Beruntun
Kekalahan ini bukan hanya memalukan, tetapi juga mencatatkan sejarah buruk bagi Celtic. Untuk musim kedua berturut-turut, mereka gagal menembus babak utama Liga Champions. Padahal, peluang untuk lolos sudah berada di depan mata setelah unggul jauh di leg pertama.
Kegagalan ini tentu menjadi pertanyaan besar bagi masa depan skuad dan pelatih. Dengan ambisi besar di kompetisi Eropa, hasil di Austria ini menjadi pukulan telak yang akan sulit dilupakan oleh para pendukung setia Celtic.
LASK Tunjukkan Mental Juara
Di sisi lain, LASK layak mendapat pujian atas kebangkitan luar biasa mereka. Tertinggal 0-4 secara agregat tidak membuat mereka menyerah. Sebaliknya, mereka justru tampil lebih garang dan percaya diri di hadapan pendukung sendiri.
Kemenangan 5-1 ini membuktikan bahwa sepak bola tidak pernah selesai sampai peluit panjang berbunyi. LASK berhasil menuliskan salah satu babak comeback paling dramatis di sejarah play-off kompetisi antarklub Eropa.
Bagi Celtic, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi paling pahit. Mereka harus kembali merenung dan memperbaiki diri jika ingin bersaing di level tertinggi Eropa pada musim-musim mendatang.