JAWA TIMUR — Unggahan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama, di akun X @DianSandiU menjadi perbincangan hangat. Foto yang dipostingnya menampilkan Jokowi mengenakan kemeja putih dengan tangan di belakang, menatap petugas yang berjibaku memadamkan api di tengah kepungan asap pekat.
"Please come back! Rumahku di Banjar sudah berminggu2 ditutupi asap," tulis Dian Sandi dalam cuitannya yang dilihat Sabtu (22/8/2026).
Warganet Menohok Kader Sendiri
Alih-alih mendapat dukungan, cuitan Dian Sandi justru menuai respons sinis. Banyak yang heran mengapa ia merindukan era Jokowi, sementara Menteri Kehutanan saat ini, Raja Juli Antoni, berasal dari partai yang sama.
"Raja Juli kui lak kadermu to mas? Ora wayahe masang foto racetho! Ndi kadermu Menteri Kehutanan kui??" tulis akun @PatubMbel dalam bahasa Jawa yang menohok. Warganet itu menyindir Dian Sandi yang dinilai tidak percaya pada kader sendiri yang menjabat sebagai menteri.
Keprihatinan Warga atas Kabut Asap
Unggahan Dian Sandi merepresentasikan keluhan masyarakat yang terdampak karhutla, khususnya di wilayah Banjar, Kalimantan Selatan. Ia menyebut rumahnya telah berminggu-minggu diselimuti asap, kondisi yang mengganggu kesehatan dan aktivitas warga.
Foto Jokowi yang diunggah merupakan dokumentasi saat dirinya masih menjabat presiden. Ia kerap turun langsung ke lapangan untuk memantau penanganan karhutla di sejumlah provinsi. Aksi tersebut menjadi pembanding dengan penanganan isu serupa di bawah kepemimpinan Raja Juli Antoni.
Tekanan Publik pada Kinerja Menteri Kehutanan
Cuitan Dian Sandi dan reaksi netizen menambah daftar sorotan publik terhadap kinerja Kementerian Kehutanan dalam mengatasi kebakaran lahan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Raja Juli Antoni maupun pengurus DPP PSI terkait polemik yang berkembang di media sosial.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa isu lingkungan dan karhutla tetap menjadi perhatian serius publik, terlepas dari dinamika politik dan afiliasi partai. Warga yang terdampak berharap ada langkah konkret dan cepat dari pemerintah untuk mengatasi persoalan asap yang berkepanjangan.