Bahlil Imbau Mobil Mewah Tak Pakai BBM Subsidi, Regulasi Masih Dikaji

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengimbau pemilik kendaraan mewah tidak menggunakan BBM bersubsidi.
Penulis: Fadhli Usman
Jumat, 18 September 2026 | 05:22:01 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengimbau masyarakat mampu pemilik kendaraan mewah berhenti memakai BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar. Imbauan ini menyoroti peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke subsidi yang dinilai menggerus hak warga kurang mampu. Pemerintah belum memutuskan menerbitkan regulasi pembatasan, karena prosesnya butuh waktu.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyoroti peralihan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dari nonsubsidi ke subsidi. Fenomena yang disebut shifting itu, menurut Bahlil, membuat alokasi subsidi energi tidak lagi sepenuhnya dinikmati kelompok yang berhak. Ia menegaskan imbauan ini disampaikan lebih dulu sebelum pemerintah mempertimbangkan langkah regulasi.

Imbauan untuk Pemilik Mobil Kelas Tinggi

Bahlil secara khusus meminta pemilik kendaraan mewah dan masyarakat berkecukupan untuk tidak menggunakan BBM bersubsidi. Ia menyebut kelompok mampu sebaiknya tidak menyerobot fasilitas yang diperuntukkan bagi golongan kurang mampu.

"Persoalan shifting, dari yang tadinya tidak memakai subsidi dan sekarang mereka memakai subsidi, saran saya sebagai warga negara Indonesia kepada saudara-saudara saya yang mampu, yang mohon maaf mobilnya pakai BMW, kemudian mobil-mobil yang kelas tinggi, mohonlah kita pakai hati juga," ujar Bahlil, Kamis (17/9/2026).

"Janganlah kita pakai BBM subsidi. Itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Dengan metode lain adalah subsidi harus tepat sasaran," imbuhnya.

Regulasi Pembatasan Belum Diputuskan

Ketika ditanya soal kemungkinan pemerintah menerbitkan aturan khusus untuk membatasi peralihan konsumsi BBM, Bahlil menyatakan hal itu masih akan dipertimbangkan. Menurutnya, penyusunan regulasi membutuhkan proses, sementara imbauan dinilai lebih penting untuk disampaikan lebih dulu.

"Saya akan mempertimbangkan, nanti kita lihat. Tapi kan saya harus ngomong ini dulu, kalau regulasi itu kan butuh proses. Tapi imbauan ini penting," kata Bahlil.

Ia mencontohkan dirinya sendiri yang mengaku tidak pernah menggunakan BBM subsidi. Pemerintah, kata Bahlil, tetap menjamin ketersediaan pasokan BBM secara merata bagi masyarakat luas.

"Kalau contoh kayak saya, masa sih saya pakai BBM subsidi. BBM subsidi itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Kalau yang punya gaji cukup, rumah bagus, mbok pakai hatilah," tegasnya.

Alasan Bahlil Bersuara

Bahlil mengaku terpanggil menyuarakan hal tersebut karena latar belakang dan pengalaman hidupnya yang dekat dengan realitas masyarakat kecil. Ia meminta hak rakyat yang berhak menerima subsidi tidak diambil kelompok mampu.

"Memang saya harus ngomong begini, karena saya ini kan menteri yang pernah makan beras subsidi. Jadi berikanlah hak rakyat yang punya hak itu punya mereka, jangan yang mampu yang mengambilnya," pungkas Bahlil.

Apa Artinya bagi Konsumen

Hingga kini belum ada perubahan aturan resmi soal siapa yang boleh membeli Pertalite dan Biosolar. Imbauan Bahlil bersifat seruan moral, bukan larangan yang mengikat. Belum ada pula keputusan soal penerbitan regulasi pembatasan pembelian BBM bersubsidi bagi kendaraan mewah.

Masyarakat yang ingin memastikan jenis BBM yang tepat untuk kendaraannya dapat merujuk pada ketentuan resmi Kementerian ESDM dan PT Pertamina (Persero). Informasi terbaru soal kemungkinan aturan pembatasan akan diumumkan melalui kanal resmi pemerintah.

Waspadai informasi yang mengatasnamakan pemerintah dan meminta pembayaran atau pendaftaran tertentu terkait BBM bersubsidi. Sampaikan pertanyaan atau laporan melalui kanal pengaduan resmi Kementerian ESDM.

Reporter: Fadhli Usman