Danantara Suntik Rp 456 Miliar ke Proyek LRT City yang Mandek

BPI Danantara resmi mengucurkan dana Rp 456 miliar untuk melanjutkan proyek LRT City yang sebelumnya mangkrak.
Penulis: Saifuddin Wahid
Rabu, 16 September 2026 | 11:31:01 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — BPI Danantara resmi mengucurkan dana sebesar Rp 456 miliar untuk menyelamatkan proyek LRT City yang sebelumnya mangkrak. Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma'ruf menegaskan suntikan modal ini menjadi kunci utama agar pembangunan infrastruktur transportasi terintegrasi tersebut dapat segera dilanjutkan kembali. Keputusan ini menandai upaya konkret pemerintah dalam menyelesaikan aset negara yang tertunda akibat kendala pendanaan di masa lalu.

Proses revitalisasi proyek properti berbasis transportasi publik ini kini memasuki fase kritis. Dana segar dari holding investasi nasional tersebut dialokasikan khusus untuk menutupi kebutuhan biaya konstruksi yang sempat terhenti total. Tanpa intervensi finansial ini, progres fisik di lapangan dikhawatirkan akan semakin sulit dipulihkan mengingat kondisi bangunan yang telah lama tidak tersentuh pekerja.

Alasan di Balik Intervensi Danantara

Aminuddin Ma'ruf menjelaskan bahwa langkah penyelamatan ini diambil setelah melalui evaluasi mendalam terhadap status hukum dan teknis proyek. Pihaknya melihat adanya urgensi tinggi untuk melanjutkan pembangunan karena potensi nilai ekonomi yang hilang jika aset tersebut terus dibiarkan terbengkalai. Suntikan modal bukan sekadar bantuan likuiditas, melainkan strategi bisnis untuk mengembalikan aset negara ke jalur profitabilitas.

Sebelumnya, proyek LRT City mengalami kebuntuan aliran kas yang menyebabkan kontraktor menghentikan pekerjaan. Kondisi ini berdampak pada kepercayaan investor dan calon pembeli unit properti yang sudah membayar di muka. Dengan masuknya dana Rp 456 miliar, manajemen berharap bisa memenuhi kewajiban pembayaran kepada mitra kerja sehingga aktivitas konstruksi dapat berjalan normal lagi.

Dampak bagi Kelanjutan Konstruksi

Pemanfaatan dana tersebut difokuskan pada tahap penyelesaian struktur utama dan fasilitas pendukung yang paling mendesak. Prioritas diberikan pada bagian-bagian yang memiliki risiko keselamatan atau yang menghambat tahapan finishing lainnya. Hal ini bertujuan untuk mempercepat waktu tunggu hingga proyek benar-benar siap beroperasi dan menyerap pasar.

Langkah ini juga menjadi sinyal positif bagi ekosistem pembiayaan infrastruktur di Indonesia. Keterlibatan Danantara menunjukkan peran aktif badan usaha milik negara dalam menangani masalah sistemik pada proyek-proyek strategis nasional. Publik kini menunggu bukti nyata percepatan pembangunan di lokasi proyek sebagai bentuk akuntabilitas atas penggunaan dana triliunan rupiah tersebut.

Reporter: Saifuddin Wahid