LIPUTANHARIAN.CO.ID — Pergerakan arus bawah laut mengubah peta pencarian korban secara signifikan pada hari kedua operasi SAR. Data terbaru menunjukkan titik datum atau lokasi kapal telah berpindah mengikuti dinamika perairan, memaksa petugas untuk memperbarui sektor pemetaan pencarian.

Risiko Teknis Posisi Tengkurap bagi Penyelam

Kondisi kapal yang tenggelam dalam posisi terbalik (tengkurap) menciptakan hambatan teknis tersendiri bagi personel di lapangan. Syafii menegaskan bahwa upaya masuk ke badan kapal tidak dapat dipaksakan sebelum seluruh protokol keselamatan terpenuhi, termasuk stabilitas cuaca dan lingkungan bawah laut.

"Kalau misalkan posisinya tengkurap pada saat tim penyelam itu masuk, tentunya memiliki risiko tersendiri dan operasi hanya bisa dilaksanakan apabila memenuhi ketentuan dan safety first, artinya jaminan aman," ujar Syafii.

Tantangan bertambah karena struktur internal kapal masih memiliki sekat-sekat kosong. Ruang-ruang tertutup ini berpotensi menimbulkan perubahan tekanan ekstrem jika dibuka secara paksa, membahayakan nyawa penyelam yang bekerja di kedalaman tersebut.

Pertimbangan Tetap Diamkan Kapal di Dasar Laut

Basarnas tengah mengkaji opsi menarik kapal ke permukaan sebagai bagian dari rencana penanganan lanjutan. Namun, masukan dari TNI Angkatan Laut justru menyarankan agar bangkai kapal tetap dibiarkan diam di dasar laut selama proses evakuasi korban berlangsung.

"Sebenarnya kalau dalam kondisi penanganan kecelakaan seperti ini, dari teman-teman TNI Angkatan Laut, malah kalau perlu tenggelam di dasar akan lebih baik kalau misalkan kapal itu diam," kata Syafii.

Fokus utama saat ini tetap dimaksimalkan pada pencarian korban di permukaan air. Harapan terbesar adalah menemukan para penumpang dalam kondisi selamat sebelum operasi menyelam mendalam dimulai.

Koordinasi Ahli dan Penyesuaian Sektor Pencarian

Untuk menentukan langkah teknis berikutnya, Basarnas melibatkan personel dengan pendidikan dan pengalaman khusus dalam penanganan insiden kapal tenggelam. Diskusi intensif dilakukan guna mengembangkan metode pencarian yang efektif namun minim risiko.

Sektor operasi pencarian yang sebelumnya dibagi menjadi enam area pada hari kedua kemungkinan besar akan bergeser. Perubahan ini didasarkan pada hasil pemetaan ulang oleh Command Center Basarnas untuk menyesuaikan dengan pergeseran posisi bangkai kapal.

"Kemungkinan kita akan bergeser besok dan nanti akan dikirimkan dari SAR Map yang dihasilkan dari Basarnas Command Center," tutup Syafii.

Reporter: Mahsyar Hamdani