Ramalan Weton Senin Wage 14 September 2026
LIPUTANHARIAN.CO.ID — Senin (14/9/2026) ini bukan hari biasa dalam penanggalan Jawa. Tanggal tersebut menandai peralihan dari bulan Mulud ke Bakdomulud, tepatnya 1 Bakdomulud 1960. Dalam kalender Hijriah, posisinya jatuh pada 2 Rabiul Akhir 1448 H.
Bagi masyarakat Jawa, pergantian bulan ini kerap jadi acuan untuk menentukan hari baik, menjadwalkan acara adat, sampai membaca watak seseorang lewat weton. Simak ulasan ringannya di bawah ini.
Senin Wage dan Neptu 8
Kombinasi hari Senin dan pasaran Wage menghasilkan weton Senin Wage. Neptunya 8, hasil gabungan nilai hari Senin (4) dan pasaran Wage (4).
Dalam kepercayaan Jawa, pemilik weton ini dikenal sebagai pribadi yang jujur dan mau mendengarkan masalah orang lain. Mereka juga punya sikap tenang yang membuat orang sekitar merasa yakin.
Pemikir yang Hati-hati
Salah satu ciri khas Senin Wage adalah enggan berada dalam situasi memalukan. Mereka cenderung merencanakan segala hal dengan matang dan menimbang pilihan sebelum melangkah.
Tak heran jika banyak yang cocok berperan sebagai diplomat. Kemampuan membaca situasi dan menjaga ketenangan jadi modal utama mereka.
Sisi Lain yang Perlu Diwaspadai
Di balik ketenangannya, orang Senin Wage bisa sangat keras kepala saat marah. Mereka sulit menerima alasan dan lebih baik dibiarkan sendiri dulu untuk menenangkan diri.
Jadi kalau punya pasangan, sahabat, atau rekan kerja weton ini, beri mereka ruang sebentar ketika emosi memuncak. Setelah reda, biasanya komunikasi kembali lancar.
Bakdomulud Dimulai
Bulan Bakdomulud sendiri berlangsung sejak 14 September hingga 12 Oktober 2026, atau 1 sampai 29 Bakdomulud 1960. Sebelumnya, bulan Mulud berakhir pada Minggu Pon, 13 September 2026.
Bagi sebagian masyarakat Jawa, momen pergantian ini sering dipakai untuk refleksi dan menyusun rencana ke depan. Catatan kalender Jawa September 2026 ini disusun mengacu pada penanggalan Hijriah terbitan Kemenag.
Semua ulasan watak dan weton di atas murni warisan tradisi Jawa yang sarat makna budaya. Nikmati sebagai hiburan, bukan patokan mutlak soal kepribadian atau nasib seseorang.