CEO Anthropic Usulkan Tiga Langkah Rem Pengembangan AI Global
LIPUTANHARIAN.CO.ID — Anthropic menjadi laboratorium AI pertama yang membuka praktik keselamatan modelnya ke penguji independen. Lewat esai yang dikutip CNBC, Minggu (13/8/2026), Amodei menyebut langkah ini bukan sekadar gestur simbolik, melainkan upaya agar evaluator eksternal bisa memverifikasi klaim keselamatan dan melaporkan insiden secara transparan.
Apa Isi Tiga Langkah yang Diusulkan Amodei
Langkah pertama, Anthropic memberikan akses setara karyawan kepada evaluator pihak ketiga. Tujuannya memverifikasi praktik keselamatan dan pelaporan insiden yang selama ini hanya diketahui internal perusahaan.
Langkah kedua mendorong perusahaan AI di negara demokratis untuk berkoordinasi dan menyusun standar keamanan bersama. Langkah ketiga menyerukan koordinasi antara pemerintah demokratis dan pemerintahan otoriter.
Menurut Amodei, tiga langkah ini bisa memperlambat laju pengembangan AI tanpa mengorbankan posisi Amerika Serikat di panggung global.
Pengereman Bukan Berarti Menghentikan Pelatihan Model
Amodei menegaskan usulannya bukan moratorium. Ia menyebut pengereman sebagai upaya memberi waktu cukup bagi perusahaan untuk menyelaraskan model dan membiarkan evaluator pihak ketiga mengonfirmasinya.
"Agar jelas, pengereman bukan berarti menghentikan pelatihan model atau kemajuan teknis, tetapi memastikan perusahaan mengambil waktu yang cukup untuk menyelaraskan dan menjaga model mereka, dan agar evaluator pihak ketiga dapat mengonfirmasinya," tulis Amodei.
Ia mengakui opsi menunda pengembangan AI sudah dipertimbangkan sejak 2023. Saat itu, langkah tersebut dinilai belum masuk akal karena model AI belum cukup pintar untuk bertindak di dunia nyata.
Model generasi lama juga belum mampu melakukan penipuan, manipulasi, kecurangan, atau serangan siber signifikan. Situasinya kini berbeda.
Peringatan dari Dalam Anthropic Sendiri
Esai Amodei terbit setelah peneliti Anthropic Jacob Coxon mengumumkan pengunduran diri di media sosial. Coxon pernah bekerja di OpenAI sebelum bergabung ke Anthropic.
Dalam pernyataannya, Coxon menyebut orang-orang yang mengembangkan AI percaya teknologi ini dapat membunuh seluruh manusia dalam 10 tahun. Peringatan itu bukan hal baru di industri.
Pada 2023, sejumlah peneliti dan eksekutif AI termasuk Amodei dan CEO OpenAI Sam Altman menandatangani pernyataan soal pengurangan risiko kepunahan akibat AI.
Posisi Amodei Soal Manfaat AI untuk Manusia
Meski mendorong pengereman, Amodei tidak memungkiri potensi positif AI. Ia tetap melihat teknologi ini bisa meningkatkan kualitas hidup manusia secara signifikan.
"Saya tetap percaya bahwa AI dapat meningkatkan kualitas hidup manusia secara signifikan. Keinginan saya untuk mencapai keuntungan ini tidak berkurang," tulis Amodei.
Ia menambahkan, manfaat tersebut hanya tercapai jika teknologi dibangun dengan cara yang benar.
"Namun, manfaat tersebut hanya akan tercapai jika kita membangun teknologi dengan cara yang benar, dan-selama kita memanfaatkan waktu dengan baik-ada baiknya kita berhati-hati untuk melakukannya dengan benar," imbuhnya.
Usulan Amodei menyusul tekanan publik yang meningkat terhadap laboratorium AI setelah serangkaian pengunduran diri peneliti senior. Bagi pasar Indonesia, wacana standar keamanan global ini berpotensi memengaruhi cara perusahaan AI lokal dan regulator menyusun kerangka tata kelola model generatif ke depan.