Sekaran Hills Sedayu Purworejo, Wisata Perbukitan Milik Warga Loano

Pengunjung menikmati panorama perbukitan dan persawahan dari gazebo Sekaran Hills di Desa Sedayu, Loano, Purworejo.
Penulis: Fadhli Usman
Sabtu, 12 September 2026 | 10:41:31 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Kawasan perbukitan Loano Timur selama ini lebih dikenal sebagai jalur menuju Purworejo kota. Kini ada alasan baru untuk berhenti: Sekaran Hills, destinasi alam yang berdiri di atas lahan persawahan Dusun Krajan, Desa Sedayu.

Yang membedakannya dari tempat wisata kebanyakan bukan cuma pemandangannya. Hampir seluruh pembangunan kawasan dikerjakan warga secara gotong royong selama sekitar dua bulan terakhir, dengan skema kepemilikan saham yang terbuka bagi masyarakat desa.

Panorama Menoreh dari Balik Gazebo

Dari sejumlah gazebo yang sudah berdiri, pengunjung bisa menikmati panorama pegunungan dan hamparan persawahan yang masih dipertahankan sebagai karakter utama kawasan. Pengembangan dilakukan bertahap agar lanskap sawah tidak tergerus pembangunan.

Pada tahap awal, fasilitas yang tersedia baru berupa gazebo. Pengelola menyiapkan view deck, spot foto, area kuliner, hingga wahana outbound pada tahap berikutnya.

Rencana Fasilitas dan Program Edukasi

Pengembangan jangka panjang mencakup glamping dan waterpark. Luasan kawasan diproyeksikan berkembang bertahap hingga sekitar satu hektare.

Sekaran Hills juga tidak dirancang sekadar jadi tempat foto-foto. Ada program Bootcamp Culinary yang memberi ruang warga mengembangkan ide kuliner hingga menjadi tenant di kawasan wisata.

Program lain, Gerakan Nasional Sejuta Wirausaha (GNSW), menyasar pelatihan teknologi internet bagi warga dari 20 desa di Kecamatan Loano. Targetnya sekitar 200 orang terlatih dari program ini.

"Harapannya dari 20 desa yang ada di Loano nanti ada sekitar 200 orang yang bisa kita latih dan menjadi influencer kami ke depan," jelas Sugeng Pamuji, inisiator Sekaran Hills.

Konsep Kepemilikan yang Dibalik

Gagasan Sekaran Hills berangkat dari keinginan mengurangi kesenjangan ekonomi warga Desa Sedayu. Sugeng menyebut model pengelolaannya sengaja dibalik dari kebiasaan umum.

"Kalau tempat wisata lain ada investor datang, kemudian membangun lokasi dan masyarakat hanya sebagai penonton atau pekerja. Kalau di sini konsepnya saya balik. Mayoritas pemilik saham nantinya adalah masyarakat," ujarnya.

Warga yang punya modal bisa masuk lewat kepemilikan saham. Yang tidak punya uang tetap bisa berkontribusi melalui bahan seperti kayu dan bambu maupun tenaga, dengan nilai kontribusi yang direncanakan dikonversi menjadi bagian kepemilikan.

Sekitar 50 orang ditargetkan terlibat langsung dalam pengelolaan maupun berbagai aktivitas di kawasan tersebut.

Rangkaian Gebyar Wisata Loano

Peresmian Sekaran Hills menjadi bagian dari Gebyar Wisata Loano yang digelar di Lapangan Menoreh, Desa Sedayu, Jumat-Minggu (11-13/9/2026). Kegiatan dibuka Camat Loano Vivin Suryandari Feriyani, didampingi unsur Muspika dan Pemerintah Desa Sedayu.

Selama tiga hari, agenda diisi bazar UMKM, sarasehan wisata, soft launching dan grand launching Sekaran Hills, lomba mewarnai, pertunjukan seni, senam bersama, hingga pementasan kuda lumping.

Bazar UMKM menyediakan sekitar 50 stan dari pelaku usaha Desa Sedayu, pedagang Pasar Menoreh, UMKM se-Kecamatan Loano, hingga peserta dari Purworejo dan Kutoarjo.

Sarasehan wisata menghadirkan perwakilan Kementerian Pariwisata dan Kementerian ATR. Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) direncanakan mengikuti kegiatan secara daring.

"Intinya ingin mengembangkan wisata di wilayah Loano Timur, khususnya Kecamatan Loano bagian timur. Dengan adanya kegiatan ini dan juga peresmian Sekaran Hills, diharapkan nanti bisa mengembangkan pariwisata di wilayah Purworejo, khususnya Loano Timur," kata Efrida Noviyanto, ketua panitia sekaligus Kepala MA Riyadlul Muta'allimin.

Tips Berkunjung

Fasilitas Sekaran Hills masih dalam tahap pengembangan, jadi jangan berharap wahana lengkap seperti destinasi yang sudah mapan. Datang untuk menikmati panorama persawahan dan perbukitan, terutama pada pagi atau sore hari saat cahaya lebih bersahabat untuk foto.

Karena kawasan berada di area persawahan aktif, pengunjung sebaiknya menjaga kebersihan dan tidak mengganggu aktivitas petani. Informasi terkini soal jam buka, tiket masuk, dan fasilitas yang sudah beroperasi dapat dikonfirmasi via Dinas Pariwisata Purworejo atau pengelola Sekaran Hills.

Alokasikan waktu sekitar dua hingga tiga jam untuk menikmati kawasan ini, cukup untuk duduk di gazebo, berkeliling area sawah, dan mampir ke stan kuliner bila sedang ada bazar.

Reporter: Fadhli Usman