Polytron Rilis AC Voice Sense, Proyektor FlipX, dan Speaker PPS GO2 di Usia 51 Tahun

Polytron memperkenalkan AC Neuva Pro with Voice Sense yang mendukung kendali suara tanpa koneksi internet.
Penulis: Mahsyar Hamdani
Sabtu, 12 September 2026 | 10:01:31 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — AC Neuva Pro with Voice Sense menjadi produk pertama yang diperkenalkan. Perangkat ini mengandalkan kendali suara langsung melalui unit tanpa perlu koneksi internet.

Pengguna cukup mengucapkan perintah seperti "Hai Polytron" atau "Nyalakan AC", lalu unit memprosesnya secara lokal. Karena tidak melewati jaringan, respons perintah suara diklaim lebih cepat tanpa latensi akibat koneksi.

Klaim Pendinginan dan Konsumsi Daya AC Neuva Pro

Dari sisi pendinginan, AC ini membawa teknologi High Cooling Capacity dengan kapasitas setara 5.000 BTU/h. Polytron mengklaim kemampuan pendinginannya mencapai 25% lebih cepat, dengan waktu sekitar tujuh menit untuk mencapai suhu yang diinginkan.

Konsumsi daya tercatat 310 watt dalam kondisi operasi. Polytron memperkirakan biaya listrik hariannya berada di kisaran Rp2 ribuan, tergantung penggunaan.

Untuk kualitas udara, AC ini mengombinasikan High Density Dust Filter yang diklaim menyaring 90% debu, Carbon Filter, dan HEPA Filter. Sistem pendinginnya memakai material tembaga 100% dengan lapisan Hydrophilic Aluminium atau Gold Fin pada kondensor dan evaporator untuk menekan korosi serta pertumbuhan jamur.

AC Neuva Pro with Voice Sense mendapat garansi service kompresor hingga 10 tahun. Garansi spare part diberikan selama tiga tahun, termasuk untuk evaporator dan remote.

Tersedia empat pilihan kapasitas: 1/2 PK, 1 PK, 1 1/2 PK, dan 2 PK. Harga dibanderol mulai sekitar Rp3 juta untuk varian 1/2 PK.

Proyektor FlipX dengan Stand Putar 360 Derajat

Cinemax Smart Projector FlipX menyasar segmen hiburan rumah. Fitur utamanya adalah Orbital Stand 360° yang memungkinkan arah proyeksi diputar penuh.

Mekanisme itu membuat FlipX bisa memproyeksikan gambar ke dinding maupun plafon tanpa memindahkan seluruh perangkat. Pengaturan gambar dibantu fitur Auto Focus dan Auto Keystone Correction agar pengguna tidak perlu banyak menyesuaikan secara manual.

FlipX menghasilkan gambar dengan resolusi Native FHD 1.920 x 1.080 piksel dan ukuran proyeksi hingga 100 inci. Tingkat kecerahannya mencapai 3.300 Light Source Lumens atau 200 ANSI.

Proyektor ini menjalankan OS LINUX MOVIN dengan RAM 1 GB dan penyimpanan internal 8 GB. Di dalamnya tersedia browser serta app store, sehingga perangkat tidak hanya berfungsi sebagai proyektor biasa.

Sejumlah aplikasi streaming sudah tersedia di perangkat, termasuk Netflix, YouTube, Prime Video, dan Apple TV. Untuk konektivitas, tersedia Bluetooth 5.4, Wi-Fi dual-band 2,4 GHz dan 5 GHz, serta HDMI. FlipX juga mendukung Wireless Screen Casting melalui Miracast, DLNA, serta casting dari perangkat iOS dan Windows.

Urusan audio ditangani speaker stereo bawaan berkonfigurasi 2 x 3 watt. Polytron menyematkan teknologi Eye Comfort yang memakai pantulan cahaya atau reflected light untuk mengurangi paparan cahaya langsung ke mata.

Perangkat ini berdimensi 12,1 x 14,5 x 19,3 cm dengan konsumsi daya 65 watt. Bobot kemasannya sekitar 1,5 kg. Cinemax Smart Projector FlipX dipasarkan dengan harga Rp2.399.000.

Speaker Portabel PPS GO2 untuk Sinkronisasi 99 Unit

Produk ketiga adalah Polytron PartyMax Go atau PPS GO2 yang masuk kategori mini portable Bluetooth speaker. Ukurannya 90 x 84 x 97 mm dengan bobot sekitar 0,33 kg.

Meski berukuran kecil, speaker ini membawa teknologi 360° Sound Direction yang menyebarkan suara ke berbagai arah. PartyMax Go juga mendukung Broadcast Mode yang memungkinkan hingga 99 unit speaker disinkronkan untuk cakupan suara lebih luas.

Baterainya mampu digunakan untuk playback hingga tujuh jam dalam kondisi normal.

Peluncuran ketiga produk ini memperkuat portofolio Polytron di segmen perangkat rumah tangga dan gaya hidup. Perusahaan yang berdiri sejak 1975 itu kini bersaing dengan merek global di kategori AC, proyektor pintar, dan speaker portabel yang sama-sama agresif menyasar konsumen Indonesia.

Reporter: Mahsyar Hamdani