Motor Lewat Jalan Berabu Vulkanik: 6 Langkah Mitigasi dari Instruktur Safety Riding

Pengendara sepeda motor melintasi jalan berabu vulkanik dengan visor helm tertutup.
Penulis: Ridwan Azhari
Kamis, 10 September 2026 | 11:01:31 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Partikel abu vulkanik berukuran sangat kecil, mudah terbawa angin, dan bertahan di udara lebih lama dari debu biasa. Bagi pengendara sepeda motor, ada dua risiko yang muncul bersamaan: jarak pandang menyempit dan permukaan aspal berubah licin karena lapisan abu mengganggu kontak ban dengan jalan.

Tim Safety Riding Promotion (SRP) PT Wahana Makmur Sejati (WMS) — main dealer Honda area Jakarta-Tangerang — merangkum enam langkah yang bisa langsung diterapkan. Prinsipnya sederhana: kurangi kecepatan, perbesar jarak, dan jangan memaksa jalan kalau pandangan sudah tidak aman.

1. Helm Visor Tertutup, Bukan Sekadar Pakai

Visor tertutup melindungi wajah dan mata dari partikel abu yang beterbangan. Masalahnya, abu yang menempel di visor justru menciptakan lapisan buram yang mengganggu pandangan.

Pastikan visor dalam kondisi bersih dan tidak tergores. Kalau perlu, semprot cairan anti-embun sebelum berangkat karena perbedaan suhu di jalur berdebu sering membuat visor berkabut dari dalam.

2. Masker N95, Bukan Masker Kain Biasa

Partikel abu vulkanik sangat kecil dan berpotensi masuk ke saluran pernapasan. Masker kain tidak cukup menyaring partikel sehalus itu.

Gunakan masker dengan filtrasi baik seperti N95. Pastikan menutup hidung dan mulut dengan rapat — masker yang longgar sama saja tidak melindungi apa pun.

3. Turunkan Kecepatan, Bukan Cuma Sedikit

Kecepatan rendah memberi waktu lebih banyak untuk membaca kondisi jalan dan mengontrol motor saat melewati permukaan licin. Di jalur berabu, kecepatan normal yang biasa Anda pakai di aspal kering sudah terlalu cepat.

Patokan praktisnya: kalau Anda masih merasa perlu mengerem mendadak untuk menghindari sesuatu, kecepatan Anda masih terlalu tinggi untuk kondisi tersebut.

4. Tambah Jarak Aman dari Kendaraan Depan

Abu mengurangi daya cengkeram ban, yang artinya jarak pengereman bertambah. Jarak aman yang biasa dipakai di jalan kering tidak cukup di sini.

Dengan jarak lebih jauh, Anda punya ruang dan waktu untuk melakukan perlambatan bertahap kalau situasi di depan berubah mendadak — misalnya kendaraan depan tiba-tiba berhenti atau ada lubang yang tidak terlihat karena tertutup abu.

5. Hindari Pengereman dan Manuver Mendadak

Ini poin paling krusial. Jalan berabu bisa lebih licin dibanding jalan basah, dan pengereman mendadak di permukaan seperti itu hampir selalu membuat roda terkunci.

Lakukan pengereman bertahap — tekan tuas rem perlahan dan progresif, bukan sekali hentak. Untuk perubahan arah, gunakan gerakan yang terukur agar keseimbangan motor tetap terjaga.

6. Kalau Pandangan Terganggu, Berhenti

Jangan paksakan perjalanan ketika abu sudah menutupi jarak pandang. Kurangi kecepatan, cari tempat aman untuk berhenti, dan kalau memungkinkan berlindung di area tertutup sampai kondisi membaik.

Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, menekankan bahwa kemampuan mengendalikan motor saja tidak cukup di kondisi ini.

"Keselamatan berkendara bukan hanya ditentukan oleh skill, tetapi juga bagaimana pengendara memitigasi dan membaca risiko kecelakaan yang diakibatkan kondisi lingkungan," ujar Agus.

Ia juga mengingatkan pengendara untuk tidak terburu-buru saat paparan abu sedang pekat.

"Pada kondisi seperti baru-baru ini pengendara harus mampu mengambil keputusan yang tepat. Apalagi paparan abu vulkanik yang terbawa angin begitu pekat, jangan terburu-buru serta jangan memaksakan perjalanan jika tidak memungkinkan," kata Agus.

Yang Perlu Diperhatikan Setelah Melewati Jalur Berabu

Abu vulkanik bersifat abrasif. Setelah melintasi jalur terdampak, ada beberapa komponen yang sebaiknya diperiksa:

  • Filter udara — partikel halus bisa menyumbat elemen filter dan menurunkan performa mesin
  • Kampas rem — abu yang menempel di piringan atau tromol bisa mempercepat keausan
  • Rantai dan gir — pelumasan bisa terkontaminasi partikel abu, bersihkan dan lumasi ulang
  • Visor dan kaca spion — bersihkan dengan air mengalir, jangan digosok kering karena bisa meninggalkan goresan

Bagi pengendara yang tinggal di area rutin terdampak abu vulkanik, menyimpan masker N95 di bagasi motor dan botol semprot kecil untuk membersihkan visor adalah investasi murah yang sering terabaikan.

Reporter: Ridwan Azhari