3 Pegawai Dinas Pertanian Papua Gugur Ditembak KKB, Amran Minta Usut Tuntas

Menteri Pertanian Amran Sulaiman meminta Satgas Operasi Damai Cartenz bersama TNI-Polri mengusut tuntas penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya.
Penulis: Ridwan Azhari
Kamis, 10 September 2026 | 08:22:01 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman angkat bicara soal insiden tersebut. Ia menyebut ketiga korban sebagai pahlawan pangan yang gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan.

Siapa Korban dan Apa yang Mereka Bawa

Ketiga petugas merupakan rombongan Dinas Pertanian Jayawijaya yang membawa bantuan ternak untuk warga pedalaman. Program ini bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan di Papua Pegunungan.

Menurut Amran, para petugas tidak membawa ancaman apa pun bagi masyarakat. Mereka semestinya aman selama menjalankan misi kemanusiaan tersebut.

"Atas nama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan pribadi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Mereka adalah pahlawan pangan yang gugur dalam tugas mulia, membawa bantuan ternak untuk saudara-saudara kita di pedalaman Papua. Mereka semestinya aman selama menjalankan tugas kemanusiaan itu," ujar Amran dalam keterangannya, dikutip Kamis (10/9/2026).

Permintaan Amran ke Aparat Keamanan

Amran meminta Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz bersama jajaran TNI-Polri mengusut tuntas penembakan tersebut. Ia juga mendesak penguatan keamanan bagi petugas yang menjalankan program pangan di wilayah Papua.

Menurutnya, keselamatan petugas lapangan harus menjadi perhatian serius aparat. Ia menegaskan program bantuan pangan dan ternak tidak boleh berhenti hanya karena ancaman kekerasan.

"Program bantuan pangan dan ternak untuk masyarakat Papua tidak boleh berhenti karena ancaman kekerasan. Negara harus hadir lebih kuat, melindungi setiap pahlawan pangan yang bertaruh nyawa demi menjamin kecukupan pangan rakyat Papua," tegasnya.

Program Bantuan Ternak Tetap Jalan

Meski insiden kekerasan terjadi, Kementerian Pertanian dan Bapanas memastikan program bantuan ternak dan pangan di Papua Pegunungan tetap dilanjutkan. Pemerintah juga menyatakan akan memberikan dukungan kepada keluarga para korban.

"Kami sangat berduka mendengar kabar ini. Semoga aparat keamanan dapat segera mengungkap kasus ini dan memastikan tidak terulang kembali. Kita ingin pembangunan pertanian di Papua kuat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," pungkas Amran.

Insiden ini menambah daftar panjang risiko yang dihadapi petugas lapangan di wilayah Papua. Program ketahanan pangan di pedalaman memang menyasar daerah terpencil dengan akses terbatas, sekaligus rentan terhadap gangguan keamanan. Pemerintah kini dihadapkan pada tuntutan menjaga keselamatan petugas tanpa menghentikan layanan bagi warga yang membutuhkan.

Reporter: Ridwan Azhari