Acer Rilis Monitor ePaper EP130K dan Triple-Screen PD163Q di IFA 2026
LIPUTANHARIAN.CO.ID — Peluncuran Acer di IFA 2026 pekan ini tidak hanya berisi laptop gaming atau Chromebook biasa. Pabrikan asal Taiwan itu justru memperkenalkan monitor portabel ePaper, ekstender tiga layar, hingga router 5G—semua dirancang untuk menjawab kebutuhan kerja hybrid yang makin kompleks.
Dari jajaran yang diumumkan, dua produk paling menonjol datang dari kategori monitor portabel. Acer menyebut lini ini sebagai solusi visual bagi profesional yang butuh fleksibilitas tanpa mengorbankan kualitas tampilan.
Acer EP130K: Monitor ePaper 13,3 Inci dengan Layar Sentuh dan Stylus
EP130K adalah monitor ePaper pertama Acer yang mengusung layar 13,3 inci dengan resolusi tinggi 3200 x 2400 piksel pada refresh rate 60 Hz. Teknologi ePaper membuat permukaannya bebas pantulan cahaya, sehingga nyaman digunakan di bawah sinar matahari langsung layaknya membaca kertas.
Fitur bi-stability menjadi andalan utama di sini. Artinya, monitor tidak membutuhkan daya untuk mempertahankan gambar yang sedang ditampilkan—konsumsi listrik hanya terjadi saat konten berubah. Ini membuatnya jauh lebih hemat energi dibanding monitor LCD atau OLED konvensional.
Dukungan layar sentuh dan stylus juga disematkan, menjadikannya kandidat kuat pengganti notebook untuk kebutuhan membaca dokumen, menandatangani file, atau membuat sketsa ringan. Namun perlu dicatat, panel ePaper memiliki respons time yang lebih lambat—jadi tidak cocok untuk menonton video atau gaming.
Acer PD163Q P3: Tiga Layar FHD dari Satu Kabel USB-C
Untuk mereka yang bekerja dengan banyak jendela aplikasi sekaligus, PD163Q P3 menawarkan pendekatan berbeda. Perangkat ini adalah triple-screen extender dengan tiga panel IPS 15,6 inci Full HD yang terlipat dalam satu bodi ringkas.
Cukup sambungkan satu kabel USB-C ke laptop, dan pengguna bisa mengelola hingga empat layar sekaligus—tiga dari ekstender plus layar utama laptop. Desain lipatnya hemat ruang dan tidak memerlukan docking station tambahan, menjadikannya solusi praktis untuk bekerja di kafe atau ruang meeting.
Sayangnya, Acer belum merinci bobot pasti perangkat ini. Mengingat tiga panel 15,6 inci dengan engsel logam, bobotnya diprediksi tidak akan ringan—ini faktor yang perlu dipertimbangkan bagi yang sering berpindah tempat.
Acer C350e: Proyektor AI dengan Google Gemini dan Putaran 360 Derajat
Di segmen hiburan, Acer meluncurkan proyektor LED portabel C350e. Resolusinya Full HD dengan kecerahan 8.000 LED lumens (sekitar 350 ANSI lumens)—cukup untuk ruangan gelap atau remang, tapi kurang memadai di ruang terang.
Fitur paling unik ada pada AI Badge, sebuah widget display interaktif yang mendukung Google Gemini sekaligus berfungsi sebagai remote control yang bisa dilepas. Proyektor ini juga dilengkapi stand putar 360 derajat, kemiringan 120 derajat, autofocus, dan koreksi keystone otomatis—memudahkan pengaturan gambar dari berbagai sudut.
Tablet Iconia X dan A: Layar OLED hingga Pilihan Entry-Level
Acer juga memperbarui jajaran tablet Android 16-nya. Seri Iconia X16 dan X14 hadir dengan layar OLED 16 inci dan 14 inci beresolusi 1920 x 1200, bodi logam, serta tripod kickstand. Keduanya mendukung aksesori keyboard dan stylus untuk mode produktivitas.
Untuk pasar entry-level, Iconia A16 dan A14 menggunakan panel IPS dengan bodi Vapor Silver yang lebih terjangkau. Semua tablet ditenagai chipset MediaTek Helio G80—bukan chip terbaru, tapi masih mumpuni untuk tugas harian dan streaming. Kehadiran dua port USB Type-C patut diapresiasi, memungkinkan pengisian daya sambil mentransfer data secara bersamaan.
Konektivitas 5G: Router X6ES dan Dongle D5P
Melengkapi ekosistemnya, Acer menghadirkan Acer Connect X6ES 5G CPE Router dengan Wi-Fi 6E dan fitur intelligent failover yang otomatis beralih jaringan saat koneksi utama terputus. Sementara itu, Connect D5P adalah dongle 5G plug-and-play berukuran ringkas dengan dukungan tri-SIM (eSIM, nano SIM, vSIM) dan kecepatan unduh hingga 3,27 Gbps.
Harga dan Ketersediaan di Indonesia
Acer belum mengumumkan harga resmi maupun jadwal ketersediaan produk-produk tersebut di Indonesia. Untuk monitor ePaper EP130K, kompetitor langsungnya adalah Boox Mira dan Dasung Paperlike yang sudah lebih dulu mapan di pasar. PD163Q P3 juga akan bersaing dengan produk serupa dari merek seperti Mobile Pixels dan SideTrak.
Yang perlu diperhatikan: kategori ePaper monitor masih niche dan harganya kerap berada di atas Rp 8 juta untuk ukuran 13 inci. Jika Acer bisa menembus angka tersebut, EP130K berpotensi menjadi pilihan menarik. Namun jika tidak, produk ini hanya akan menjadi alternatif bagi segmen pengguna yang sangat spesifik—bukan produk massal.
Kami akan memantau perkembangan harga dan ketersediaan lokal. Untuk update resmi, pantau situs Acer Indonesia.